Dorong Logistik Nasional, TTL Group Catat Arus Peti Kemas 1,47 Juta TEUs

Dorong Logistik Nasional, TTL Group Catat Arus Peti Kemas 1,47 Juta TEUs

SURABAYA, Persindonesia.com – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Group mencatat kinerja positif sepanjang Semester I 2026 dengan membukukan arus peti kemas sebanyak 1.474.492 TEUs. Capaian tersebut tumbuh 13,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1.301.402 TEUs.

Pertumbuhan ini memperkuat kontribusi TTL Group dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional. Perusahaan terus meningkatkan produktivitas operasional dan memperkuat konektivitas maritim untuk menjawab kebutuhan sektor logistik yang terus berkembang.

Peningkatan arus peti kemas internasional menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan kinerja TTL Group. Pada Semester I 2026, arus peti kemas internasional meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

TPK Teluk Lamong mendorong pertumbuhan tersebut melalui strategi ekspansi layanan internasional. Upaya ini meningkatkan kunjungan kapal internasional atau vessel call menjadi 255 call hingga Semester I 2026, dibandingkan 160 call pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan tersebut mencatat pertumbuhan hampir 60 persen. Bertambahnya layanan pelayaran internasional turut memperkuat konektivitas jaringan logistik global sekaligus meningkatkan daya saing terminal.

TPK Nilam juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan kinerja TTL Group. Terminal tersebut mencatat pertumbuhan throughput sebesar 21,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

TPK Nilam meningkatkan efisiensi pelayanan kapal melalui implementasi Express Anchorage Zone Service (EAZI). PT Terminal Teluk Lamong menjalankan program tersebut melalui sinergi dengan KSOP Utama Tanjung Perak dalam mengoptimalkan pengelolaan Zona Labuh 2 Surabaya.

Penerapan EAZI turut meningkatkan aktivitas kapal di TPK Nilam. Jumlah vessel call meningkat dari 383 call pada Semester I 2025 menjadi 399 call pada Semester I 2026. Peningkatan aktivitas kapal tersebut turut mendorong pertumbuhan arus peti kemas di TPK Nilam.

Kolaborasi antara operator terminal dan pemangku kepentingan juga membantu meningkatkan efisiensi pelayanan kepelabuhanan.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dedikasi seluruh insan perusahaan, kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan TTL Group.

“Pertumbuhan sektor logistik nasional sepanjang Semester I 2026 menjadi katalis positif bagi aktivitas kepelabuhanan. Kami akan terus mengakselerasi transformasi perusahaan melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan produktivitas operasional, serta penguatan kualitas layanan agar semakin andal, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan pelanggan,” ujar David.

David menegaskan TTL Group akan terus memperluas konektivitas maritim untuk mendukung kelancaran distribusi logistik nasional.

Perusahaan juga berkomitmen meningkatkan kualitas layanan agar mampu memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa.

Memasuki Semester II 2026, TTL Group menyiapkan sejumlah strategi untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja.

Perusahaan akan meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan layanan berbasis digital, mengembangkan jaringan layanan, dan memperluas konektivitas maritim.

TTL Group juga akan melanjutkan implementasi program EAZI di TPK Berlian. Perusahaan berharap program tersebut dapat meningkatkan efisiensi pelayanan kapal dan mendorong produktivitas terminal.

Melalui penerapan EAZI di TPK Berlian, TTL Group menargetkan percepatan pelayanan kapal, peningkatan produktivitas operasional, serta penguatan daya saing layanan terminal.

Dengan kinerja positif pada Semester I 2026, TTL Group optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan.

Perusahaan terus memperkuat posisinya sebagai operator terminal peti kemas modern, efisien, dan berkelanjutan.

TTL Group akan terus mengembangkan transformasi digital dan memperluas konektivitas maritim sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem logistik nasional.

Langkah tersebut sekaligus mendukung kelancaran rantai pasok dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. (Red-Wied/timsby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *