Akibat Cuaca Buruk di Selat Bali, Pengendara Terjebak Macet Hingga 2 Jam Lebih

Persindonesia.com Jembrana – Akibat cuaca buruk angin kencang dan arus laut di selat Bali menyebabkan terganggunya proses sandar dan bongkar muat kapal di Pelabuhan Gilimanuk dan juga di Pelabuhan Ketapang. Hal tersebut terjadi antrean kendaraan mencapai 2 kilometer pada hari Minggu (26/5/2024) malam.

Dari pantauan awak media, antrean kendaraan mencapai hingga tugu pertigaan Cekik tepatnya di depan kantor Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Sementara kendaraan kecil banyak yang mencari jalur alternatif menuju pelabuhan seperti melalui gang gang warga di wilayah Gilimanuk.

Saat dikonfirmasi Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Gilimanuk, I Made Ria Fran Dharma Yudha, menjelaskan bahwa antrean kendaraan saat ini mengular hingga di hutan Cekik Bali Barat.

Aksi Heroik Babinsa Tangerang Gendong Pria Terlantar dan Sakit Untuk Berobat

“Saat ini ada 26 kapal yang beroperasi. Terdiri dari 5 kapal di Dermaga 1, 5 kapal di Dermaga 2, 5 kapal di Dermaga 3, 4 kapal di Dermaga 4, dan 7 LCM,” jelasnya Minggu malam (26/5/2024).

Cuaca buruk di pelabuhan Gilimanuk, lanjut Yuda menyebabkan arus bawah laut yang deras dan kuat. “Situasi ini menyebabkan kapal yang akan sandar di Pelabuhan Ketapang mengalami kesulitan olah gerak dan bongkar muat, sehingga terjadi kekosongan sekitar 30 sampai dengan 45 menit di tiap dermaga Pelabuhan Gilimanuk,” terangnya.

Untuk mengatasi antrian panjang ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan ASDP Indonesia Ferry. Selain itu, petugas juga dikerahkan untuk mengatur lalu lintas dan mengurai kemacetan. “Kami menghimbau kepada para pengguna jasa penyeberangan untuk bersabar dan mematuhi arahan petugas,” ucapnya.

Para Veteran Bersama Masyarakat Gunung Sindur Perjuangkan Tanahnya Yang Diserobot

Salah satu pengendara kendaraan bernama Edi 37 tahun asal Surabaya mengeluhkan adanya antrian yang terjadi. “Saya sudah terjebak antrean selama 2 jam lebih. Saya tiba di Gilimanuk sekira pukul 5 sore, sekarang sudah jam setengah delapan, tapi belum juga masuk Pelabuhan,” ujarnya.

Hal senada juga dikeluhkan oleh Ahmad 26 tahun asal Banyuwangi, dirinya terjebak macet selama dua jam lebih sejak memasuki Gilimanuk. “Saya terkena macet kira-kira sudah ada dua jam disini. Ekor antrian dimulai dari depan SPBU Gilimanuk saat sata baru masuk. Baru sekitar setengah delapan malam sampai di areal parkir dalam Pelabuhan,” pungkasnya. Dar

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *