Persindonesia.com Jembrana – Fasilitas publik taman bermain yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana di area Gedung Ir. Sukarno atau twin tower mengalami kerusakan pada beberapa alat bermain, seperti prosotan, ayunan double, dan pegangan prosotan. Alat bermain tersebut hanya bertahan selama 5 bulan sejak diresmikan oleh Bupati Jembrana pada tanggal 26 Februari 2023.

Beberapa alat bermain yang rusak, seperti pegangan prosotan yang terbuat dari besi yang patah, ayunan double dengan pegangan tempat duduk yang patah, serta alas prosotan yang bolong. Keadaan ini diperparah oleh fakta bahwa fasilitas yang seharusnya diperuntukkan untuk anak-anak juga dimanfaatkan oleh orang dewasa, meskipun sudah dipasang papan peringatan mengenai usia dan maksimal berat pengguna.
De Anok, seorang pekerja yang bertanggung jawab menservise alat bermain anak-anak di taman tersebut, mengatakan, kerusakan terjadi diduga adanya orang dewasa yang menggunakan fasilitas tersebut, seperti ayunan double yang rusak karena pegangan tempat duduknya yang patah akibat beban berlebih. “Anak-anak dengan usia 3 sampai 10 tahun tidak mungkin menyebabkan kerusakan sebesar itu, terlebih dengan adanya papan peringatan yang menetapkan beban maksimal hanya 75 kilogram,” ungkapnya.
Nelayan Tenggelam Akibat Perahu Terbalik Dihantam Gelombang Tinggi di Selat Bali
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Jembrana Dewa Gede Ary Candra Wisnawa menagatakan, terkait kerusakan tersebut, pihaknya sudah mulai melakukan perbaikan. “Itu sudah sedang diperbaiki, ya wajar karena intensitas pemakaian cukup tinggi, banyak orang tua mengajak anaknya bermain disana,”
Menurutnya, terksit hal tersebut memang tidak dipungkiri apa ada faktor orang dewasa yang ikut menggunakan fasilitas tersebut. “Ya kita ditenggarai salah satunya juga seperti itu, padahal kita sudah memasang papan peringatan usia, maksimal berat, tapi masing ada juga, mungkin hanya mencoba, pingin merasakan. Karena itu merupakan fasilitas publik kalau rusak kita pasti perbaiki,” jelasnya.
Kedepan pihaknya akan memberikan himbaun secara persuaif dengan memasang pengumuman terkait jam operasi taman bermain tersebut, yang direncanakan kedepannya dibuka mulai pukul 07.30 wita sampai pukul 19.00 wita. “Sebelum di gembok, kita melakukan edukasi terlebih dahulu, kalau pun itu tidak berhasil, baru kita akan gembok pintu masuk dan pintu keluar,” tegasnya.
Amukan Si Jago Merah Kali Ini Melanda Kawasan Hutan Produksi Blok Arak-Arak
Ari mengaku, peralatan bermain anak-anak tersebut yang sudah rusak seperti bolong dan besinya patah, akan diperbaiki dengan cara menempel yang bolong dan mengelas pegangan besi yang patah. “Mudah-mudah nanti kedepan bisa sama-sama menjaga fasilitas yang sudah kita bikin, sehingga umur mainan anak-anak tersebut bisa lebih panjang. Kita tidak menempatkan penjaga disana itu merupakan fasilitas publik,” ungkapnya.
Disinggung terkait ada penambahan permainan, ia mengaku belum ada penambahan. “Mudah-mudahan kalau tidak ada halangan tahun depan kalau ada anggaran kita tambah, tetapi sekarang belum ada, kita perbaiki dulu yang sudah ada, menjadi supaya layak pakai saja dulu,” ucapnya. Sur






