Angka Kecelakaan Melonjak 5 Nyawa Melayang, Satlantas Jembrana Intensifkan Tilang Manual

Persindonesia.com Jembrana – Tren kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Jembrana mengalami peningkatan signifikan. Hingga awal Agustus 2025, tercatat sebanyak 43 kasus kecelakaan terjadi sejak bulan Juni hingga Juli. Dari jumlah tersebut, lima orang dilaporkan meninggal dunia.

Menanggapi kondisi tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jembrana berencana menggelar tilang manual di sejumlah titik rawan pelanggaran. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan angka kecelakaan, khususnya terhadap pengendara yang menggunakan knalpot brong dan tidak mengenakan helm.

Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa peningkatan angka kecelakaan di wilayahnya juga dipicu oleh beberapa faktor eksternal.

“Awal naiknya kecelakaan di Jembrana, dimulai dari musibah jalan jebol di depan Pasar Bajra. Diikuti  peristiwa di Ketapang yang berdampak pada arus lalu lintas di Pelabuhan Gilimanuk. Bahkan sempat ada media dari Banyuwangi yang mengonfirmasi soal kemacetan, namun berhasil kami atasi agar tidak semakin parah,” ujarnya, Kamis (7/8)

Lagu Lelaki Sejati Sudah Relese Sebagai Status Whatsap, Tiktok dan Instagram

Berdasarkan data, lanjut Aldri, jumlah kecelakaan yang tercatat selama periode tersebut sebanyak 43 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal dunia mencapai lima orang, luka ringan 66 orang, dan kerugian material ditaksir mencapai Rp204.550.000. “Tidak ada korban yang mengalami luka berat,” jelasnya.

Ia mengaku, Kecamatan Mendoyo menjadi wilayah dengan angka kecelakaan tertinggi, yaitu 11 kasus. “Tiga korban di antaranya meninggal dunia dan 19 lainnya mengalami luka ringan,” ucapnya.

Aldri juga mengungkapkan dibandingkan bulan Juni, jumlah kecelakaan pada Juli meningkat sebanyak 13 kasus. Dari segi pelaku, didominasi oleh pengendara berusia 16–30 tahun yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Jumlahnya mencapai 25 orang. “Profesi pelaku kecelakaan paling banyak berasal dari kategori ‘lain-lain’, dengan jumlah 20 orang,” jelasnya.

Dispar Bali Gencar Sosialisasi Gerakan Bali Bersih Sampah ke Horeka

Adapun jenis kendaraan yang paling sering terlibat adalah sepeda motor, yaitu sebanyak 55 unit. Bentuk kecelakaan yang dominan adalah tabrakan depan-samping, tercatat sebanyak 12 kasus. “Lokasi kejadian paling banyak terjadi di jalan desa, dengan 16 kasus,” ungkapnya.

Guna menekan angka kecelakaan, pihaknya akan mengintensifkan penindakan berupa tilang manual. Penindakan ini juga ditujukan untuk melengkapi sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) yang sudah terpasang di beberapa titik.

“Kami juga sudah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Namun, masih ditemukan pelajar yang tetap melanggar aturan lalu lintas meski telah mendapat edukasi,” ujarnya.

Polsek Pinang Tangkap Oknum LSM Terkait Dugaan Pemerasan Warga Tangerang

Menurut Aldri, banyak pelajar yang mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm, bahkan bersikap abai terhadap kamera ETLE. Pelanggaran ini, katanya, banyak ditemukan di desa-desa, di mana anak-anak di bawah umur sudah dibiarkan mengendarai sepeda motor.

“Ini seharusnya menjadi perhatian orang tua untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mereka. Karena itu, kami akan mulai menerapkan tilang manual. Dari Korlantas sendiri sudah memberikan izin untuk kembali melakukan tilang manual,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menertibkan parkir liar, terutama kendaraan berat seperti truk, pikap logistik, dan bus yang melanggar marka jalan. “Penindakan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas dan mencegah potensi kecelakaan di jalan raya,” pungkasnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *