Banjir Dan Longsor Terjang 3 Wilayah di Kintamani, Lahan Petani Porak Poranda

Bangli,PersIndonesia.Com- Guyuran hujan deras yang melanda menyebabkan tiga (3) wilayah di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli mengakibatkan terjadinya banjir dan tanah longsor hingga mengakibatkan arus lalu lintas (lalin) dan merusak beberapa lahan pertanian warga.

Berdasarkan informasi yang terhimpun dilapangan menyebutkan, untuk wilayah yang mengalami tanah longsor yakni di Desa Songan. Kemudian untuk Banjir di Banjar Ulun Danu, DesaSongan. Sementara banjir dan longsor di Desa Belandingan.

Baca Juga : DPRD Bangli Dorong Pemda Lakukan Perencanaan Penanggulangan Bencana

Menurut Kepala BPBD dan Damkar Kabupaten Bangli, I Wayan Wardana menyampaikan kejadian banjir dan tanah longsor terjadi pada hari Rabu (15/1/25) sekitar pukul 15.00 Wita. Untuk tanah longsor di Desa Songan terjadi pada ruas jalan Kayu Selem menuju Songan dan Karangasem.

Akibat longsor yang terjadi arus lalu lintas hanya bisa dilalui sepeda motor, itupun dengan pelan-pelan akibat material longsoran yang ada. “Kami masih melakukan koordinasi dengat Dinas PU Provinsi guna melakukan penanganan mengunakan alat berat”, jelasnya.

Selain tanah longsor yang terjadi, kata Wardana, juga terjadi banjir di Banjar Ulun Danu Songan. Dalam kejadian banjir ini, air yang bercampur lumpur hampir setinggi lutut orang dewasa mengenangi ruas jalan Songan menuju Pura Ulun Danu Songan. Akibat banjir ini kendaraan roda 4 dan roda 2 tidak bisa melintas. “Bahkan beberapa kendaraan roda 4 sempat terjebak lumpur hingga tidak bisa menerobos luapan banjir”, terangnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya banjir yang terjadi juga merendam pemukiman rumah penduduk milik Almarhum I Gede Artana yang kini ditempati kakaknya bernama Ni Ranting. Dimana air dengan ketinggian hampir sepinggang orang dewasa menerjang halaman dan kamar korban

Beruntung saat itu Ni Ranting (red-korban) yang tinggal sendirian bisa keluar dari terjangan banjir. Dan untuk sementara korban kini tinggal dirumah kerabatnya. “Banjir ditengarai berasal dari kiriman air bukit kaas yang persis berada di belakang jalan pemukiman warga”, ungkap Wardana.

Untuk upaya penanganan banjir di rumah warga dilakukan penyedotan dengan pompa milik warga oleh TRC BPBD Bangli (Regu B) dengan turut melibatkan TNI/Polri dan masyarakat. Sedangkan untuk penanganan jalan yang tertutup material banjir bandang sedang dikoordinasikan dengan Dinas PU Provinsi. “Jalan yang tertutup merupakan aset Provinsi”, imbuhnya.

Baca Juga : Pergantian Manajemen dan Kerusakan Armada Picu Penumpukan Sampah di Jembrana

Wardana juga menyampaikan di Desa Belandingan Kintamani tak luput dari banjir dan longsor. Akibatnya beberapa lahan pertanian milik warga rusak. Diakuinya, untuk estimasi total kerugian materiil keseluruhan saat ini masih dalam perhitungan.

Kami menghimbau agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap kondisi cuaca ekstrim saat ini dengan intesitas curah hujan tinggi disertai angin kencang dan kilatan petir yang berpotensi menimbulkan banjir, longsor, pohon tumbang dan kebakaran. “Untuk itu Ikuti himbauan Pemerintah dalam hal ini BMKG, BNPB dan BPBD serta tetap jaga lingkungan sekitar dari sampah”, tegasnya.

Sementara itu, salah satu petani di Desa Belandingan menyampaikan, akibat banjir dan longsor lahannya porak poranda serta aktifitasnya jadi terganggu. “Yen be kene kaling mayah utang, ngidang jani kuala hidup ban iban kanguang”, ucapnya dalam bahasa bali mertapi apa yang terjadi. (DB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *