Bule Australia Kena Tilang di Jembrana, Ratusan Pelanggar Terjaring Operasi

Persindonesia.com Jembrana – Hari kelima pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2025, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jembrana berhasil menindak ratusan pelanggar lalu lintas. Penindakan dilakukan baik melalui tilang elektronik (ETLE) maupun tilang manual, termasuk seorang warga negara asing (WNA) asal Australia yang kedapatan tidak mengenakan helm.

Operasi terpusat di Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Dauhwaru, Jembrana, tepatnya di lampu lalu lintas perempatan Patung Adipura, pada Jumat (18/7). Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan usai kegiatan mengatakan, kali ini pihaknya melanjutkan Operasi Patuh Agung 2025 yang dimulai tanggal 14 Juli 2025 sampai tanggal 27 Juli 2025.

“Dari hasil penindakan hingga hari kelima operasi, per hari ini untuk penilangan elektronik (ETLE) sebanyak 120 penindakan, kemudian untuk tilang secara manual sebanyak 39 penindakan,” jelasnya, Jumat (18/7).

Kuasa Hukum Brata Ruswanda Tegaskan Keaslian Surat Tanah di Sidang Sengketa Lahan

Ia mengaku, pelanggaran yang paling mendominasi adalah pengendara yang tidak membawa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dan tidak menggunakan helm. “Memang dari segi TO (target operasi) pelaksanaan operasi ini yaitu mendominasi pelanggaran kendaraan roda dua,” tambahnya.

Dalam operasi ini, lanjut Aldri, pihaknya melibatkan 94 petugas. Penindakan juga menyasar pengendara di bawah umur yang memang menjadi salah satu target operasi. “Kami tetap melakukan penindakan kepada anak dibawah umur yang mengendarai kendaraan bermotor. Ini masuk dalam target operasi,” tegasnya.

Disinggung terkait kendaraan ODOL over kapasitas yang juga terjaring dalam operasi tersebut, Aldri mengaku, untuk saat ini masih dalam tahap sosialisasi.

DPRD Bangli Lakukan RDP Atasi Permasalahan Sampah di Pura Dalem Tampuagan Peninjoan

“Sesuai petunjuk pimpinan sampai saat ini belum ada perubahan untuk tahap masih dalam sosialisasi untuk indonesia menuju Zero Overload Over Dimensi, jadi nihil adanya penindakan atau pun peneguran, ini masih dalam tahap sosialisasi saja,” jelasnya.

Aldri juga mengaku, dalam setiap melakukan kegiatan operasi truk over dimensi tetap ditemukan. “Setiap operasi kami menemukan kendaraan seperti ini, akan tetapi kami tetap melakukan sosialisasi atau teguran simpatik saja,” pungkasnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *