Persindonesia.com Jembrana – Calon haji asal Kabupaten Jembrana bernama Asraman 80 Tahun asal Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana yang berangkat bersama istrinya Ruhana Binti Abdul Majid dikabarkan meninggal dunia di Mina Arab Saudi. Almarhum berangkat dari Jembrana bersama 87 calon haji yang rencananya menunaikan ibadah haji selama 44 hari di Mekah Arab Saudi.
Almarhum dikabarkan meninggal dunia di tenda diduga kena serangan jantung saat menunaikan ibadah haji di Mina, Arab Saudi, pada Minggu, 8 Juni 2025, sekitar pukul 06.30 waktu setempat. Almarhum berangkat dari ke Mekah Arab Saudi pada tanggal 21 Mei 2025) yang dijadwalkan menjalani ibadah haji selama 44 hari, dan rencananya kembali ke Tanah Air pada 4 Juli 2025.

Putra almarhum, Muhamad Selamet (47), saat ditemui di rumah duka mengungkapkan, dirinya mendapat kabar duka dari petugas Kementerian Agama (Kemenag) di Jembrana. Ia menyebut bahwa ayahnya sempat mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji sebelum akhirnya wafat.
āBapak berangkat bersama ibu saat pelepasan calon haji di Gedung Ir. Soekarno pada 21 Mei 2025. Sebelum berangkat, bapak tidak mengeluh sakit apa pun. Saya menduga bapak meninggal karena faktor usia dan kondisi cuaca di sana. Dari rumah, bapak dan ibu dalam keadaan sangat sehat,ā ujarnya, Senin (9/6/2025).
Dapur Warga Bungbungan Banjarangkan Hangus Terbakar Disaat Hujan Melanda
Selamet juga menyebutkan, ayahnya sudah menunggu antrian keberangkatan haji sejak tahun 2013, namun sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. āBiasanya antrian hanya 7 tahun, tapi karena pandemi, bapak menunggu sekitar 10 tahun,ā tambahnya.
Menurutnya, almarhum menjalani kehidupan sederhana dan dikenal sebagai pribadi yang tekun. āSehari-hari bapak hanya ke kebun dan ternak sapi. Bapak punya tujuh anak dan cucu yang cukup banyak,ā ungkapnya.
Terkait kondisi sang ibu, Selamet mengatakan masih sempat berkomunikasi melalui video call. āIbu terlihat sehat, tetapi tampak sangat sedih setelah ditinggal bapak,ā katanya.
Truk Boks Seruduk Tempat Suci di Pekutatan
Pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian almarhum, akan tetapi mereka menyayangkan tidak bisa melihat almarhum di detik kepergiannya. āKami sekeluarga sudah mengikhlaskan kepergian bapak, akan tetapi saya sendiri menyayangkan tidak melihat kepergian bapak di hari terakhir sampai dimakamkan di sana. Semoga bapak mendapatkan tempat yang terindah disisinya,ā sedihnya.
Sementara itu, Petugas Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Jembrana, H. Muslihin, membenarkan kabar duka tersebut. Saat dihubungi via pesan WhatsApp, ia menjelaskan bahwa almarhum meninggal di tenda Mina, diduga akibat serangan jantung.
āTiga hari sebelum meninggal, kondisi almarhum masih sehat. Beliau sempat pingsan dan kemudian dinyatakan meninggal dunia. Prosesi pemakaman akan dilaksanakan di Makkah sesuai ketentuan otoritas Arab Saudi. Pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan dan telah melaksanakan ratib selama tiga hari berturut-turut,ā ungkapnya. Ts






