Cuaca Seketika Berubah-ubah, Hambatan Utama Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya

Persindonesia.com Jembrana – Pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya di hari kedua dihadapkan dengan kendala cuaca seketika beruvbah0ubah, angin kencang dan ombat besar. Tim SAR Gabungan Jembrana yang dibantu Tim SAR Buleleng terus menyisir perairan pesisir Jembrana. Pencarian mencakup area luas dari Pelabuhan Gilimanuk hingga Perairan Pebuahan, Banyubiru, Jembrana. Namun, hingga Jumat (4/7) siang, belum ada korban baru yang ditemukan, dan lokasi bangkai kapal masih belum diketahui.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, I Dewa Hendri Gunawan mengatakan, operasi pencarian hari ini mengerahkan dua kapal Rigid Inflatable Boat (RIB), yaitu RIB 01 Gilimanuk dan RIB 04 Buleleng. “Untuk daerah pencarian kami melakukan pencarian sampai masuk daerah Pebuahan,” ujarnya.

Dewa Hendri mengakui bahwa faktor cuaca menjadi kendala paling krusial dalam operasi ini. “Kendala selama pencarian yang paling keras adalah faktor cuaca yang seketika mengalami perubahan, yaitu angin kencang dan ombak tinggi di Perairan Gilimanuk,” jelasnya.

Kasus Sabung Ayam Berdarah di Kintamani Bergulir, Polisi Tetapkan 5 Tersangka

Menurutnya, kondisi ini menyulitkan tim untuk mengidentifikasi titik bangkai kapal yang masih menjadi misteri. “Untuk sementara hari ini untuk titik bangkai kapal belum bisa kami ketahui, semoga hari ini ada titik terangnya,” tambahnya.

Informasi yang didapat, hingga saat ini, belum ada penemuan korban baru. Total korban selamat terakhir tercatat sebanyak 29 orang, sementara 6 orang ditemukan meninggal dunia. Salah satu korban meninggal dunia adalah seorang balita berusia tiga tahun yang ditemukan di Pantai Pengambengan, Jembrana.

Seluruh korban selamat telah dipulangkan pada Kamis (3/7) sore hari bersamaan dengan pemulangan enam jenazah ke kampung halaman masing-masing melalui Pelabuhan Gilimanuk.

6 Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya Tiba di Ketapang, 30 Orang Masih Dalam Pencarian

Untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi, posko telah didirikan di beberapa titik strategis, termasuk posko darurat di Pantai Pebuahan dan Pantai Pengambengan, Posko Siaga di RSU Negara, serta di Pelabuhan Gilimanuk. Dari pantauan di Posko Pengaduan Gilimanuk, sejumlah warga juga terlihat mendatangi posko untuk menanyakan informasi terkait anggota keluarga mereka yang mungkin menjadi korban.

Sementara pencarian juga dilakukan oleh Tim PMI Jembrana, sampai saat ini belum ditemukan korban baru hanya menemukan sejumlah pakaian diduga milik korban kapal tenggelam. Pakaian tersebut diantaranya berupa pelampung, sarung, celana pendek, baju kaos dan lainnya. Pakaian tersebut dibawa oleh tim PMI Jembrana ke Posko musibah KMP Tanu Pratama Jaya di RSU Negara. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *