Dampak Tol Tak Ada Kepastian, SD di Pekutatan Ditutup

Persindonesia.com Jembrana – Dampak dari rencana pembangunan tol dan Taman Kerti Bali Semesta (TKBS) di Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan yang sampai saat ini belum ada kepastian, Sekolah Dasar Negeri 3 Pekutatan ditutup, selain itu puluhan rumah juga sudah digusur dan sampai saat ini warga yang rumahnya digusur sudah mendapatkan tempat tinggal.

Sekolah Dasar Negeri 3 Pekutatan ditutup sejak tahun 2023 akhir. Sebagian besar murid yang bersekolah disana merupakan anak atau cucu warga para pekerja di perkebunan Perumda Bali yang lahannya terdampak tol dan Taman Kerti Bali Semesta.

Beli AC di Satria, Motor Beat Milik Warga Pasatan Hangus Dilalap Si Jago Merah

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, membenarkan sudah tidak beroperasinya lagi SD N 3 Pekutatan. SD tersebut akhirnya dilakukan regrouping dengan SD N terdekat dari lokasi.

“Termasuk para guru atau tenaga pengajar juga pindah ke sekolah lain. Beberapa juga sudah masuk masa pensiun Desember 2023 lalu. Siswanya sudah minim, beberapa juga sudah pindah sendiri ke sekolah lain,” terangnya.

Pemprov Bali Uji Coba Terakhir Aplikasi Love Bali

Disinggung terkait aset tanah dan bangunan, Anom mengaku, masih milik Pemkab Jembrana melalui Dinas Dikpora. “Para murid pindah mengikuti orang tua atau wali mereka yang juga pindah tempat tinggal dari permukiman mess di Banjar Sumbermis, Pekutatan,” jelasnya. Dar

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *