Persindonesia.com Jembrana – Setelah sempat vakum selama 4 tahun dimulai dari tahun 2019 masa pandemi Covid 19, di tahun 2024 ini, HUT Desa Penyaringan ke – 174, Kecamatan Mendoyo, Jembrana diselenggarakan dengan meriah. Selain menampilkan berbagai kegiatan yang dimulai dari tanggal 28 sampai puncaknya 31 Juli 2024, sejumlah produk unggulan para penggiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) desa dipamerkan dalam Hut tersebut.
Dari sekian produk unggulan, yang paling ditonjolkan adalah produk bahan olahan dari daun kelor yang diyakini berdampak bagi kesehatan. Produk tersebut diproduksi oleh kelompok Bali Palma Jagadhita yang berdiri dari tahun 2020 dan mulai memproduksi tahun 2022. Adapun olahan dari kelor tersebut meliputi, teh serbuk, Jahe kelor dan mie kelor.
Produk tersebut rencananya akan dipromosikan ke Negara Jepang. Selai olahan dari daun kelor, produk unggulan yang tidak kalah terkenalnya yang ditampilkan oleh PKK Desa Penyaringan adalah rujak Bali dan jaje bendu dalam pameran UMKM tersebut.
Dipimpin Sekda Dewa Indra, Pemprov Inisiasi Gerakan Restorasi Terumbu Karang di Pemuteran
Saat dikonfirmasi Perbekel Penyaringan I Made Dresta mengaku perayaan HUT Desa Penyaringan baru bisa dirayakan di tahun 2024 karena adanya pandemi Covid 19. “Baru kali ini kita bisa rayakan dari tahun 2019. Sudah 4 tahun kita tidak merayakan. Sebelumnya saat masa pandemi, kita hanya merayakan hanya melakukan persembahyangan dan potong tumpeng,” terangnya. Senin (29/7/2024).
Perbekel yang memimpin 3 desa adat dan 13 banjar tersebut mengatakan, dalam Hut tersebut pihaknya lebih menonjolkan UMKM yang ada di desanya ikut memeriahkan HUT tersebut. “Kita disini punya produk yang akan dipromosikan keluar negeri Negara Jepang yang merupakan olahan dari kelor. Produk ini dapat juara II di provinsi. Produk ini juga laris manis di pasaran,” ungkapnya.
Menurutnya, produk daun kelor tersebut yang diolah oleh kelompok Bali Palma Jagadhita telah memproduksi 3 jenis olahan diantaranya, teh serbuk, Jahe kelor dan mie kelor. “Produk kelor ini sudah dipatenkan dan laris manis di pasaran, banyak orderan akan tetapi permasalahan yang dihadapi sekarang adalah bahan baku yang kurang,” katanya.
SatPol PP Gianyar Beraninya Sama Yang ECEK ECEK
Permasalahan kekurangan bahan baku, imbuh Dresta, dari desa akan membantu terkait hal tersebut. Ia juga mengaku akan mencari bantuan ke dinas terkait untuk bantuan bibit. “Kalau sudah mendapat bantuan, kita upayakan masing-masing warga di Penyaringan untuk menanam pohon kelor untuk menunjang produk olahan kelor tersebut. Kita mencari pasar terlebih dahulu kalau berhasil kita akan support dari desa,” ujarnya.
Lebih jelasnya Dresta mengatakan, selain dimeriahkan oleh UMKM desa, pihaknya juga menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti Pordes (pekan olahraga desa) seperti pertandingan bola voli dan lain sebagainya. “Selain Pordes juga kita pementasan kesenian budaya yang ada di desa. Kita semua upayakan yang ada di desa kita. Hari ini juga kita menyelenggarakan donor yang bersinergi dengan TNI Polri,” ucapnya. Sub






