Persindonesia.com Jembrana – Cuaca ekstrem dan perubahan iklim yang tidak menentu ditengarai menjadi penyebab lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jembrana. Pada bulan April, tercatat 53 kasus DBD, meningkat dari 46 kasus di bulan Maret.
Menanggapi hal ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana terus melakukan fogging di wilayah tempat tinggal pasien DBD. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Made Dwipayana, membenarkan kenaikan kasus DBD di bulan April.
“Tahun ini sampai bulan April, kasus DBD di Jembrana mencapai 53 kasus, dibandingkan 49 kasus di tahun 2023. Selain itu, terdapat 160 kasus suspek DBD hingga bulan April,” terangnya. Selasa (7/5/2024)
Bidkum Polda Bali Sosialisasi UU ITE Terbaru Digelar di Polres Gianyar Gianyar
Dwipayana juga mengatakan, meskipun beberapa kasus suspek tidak terbukti DBD, Dinkes tetap melakukan fogging dan memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PMD dan desa-desa untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pemberantasan jentik nyamuk di rumah masing-masing,” ujar Dwipayana.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk aktif memberantas sarang nyamuk di rumah, tidak hanya mengandalkan fogging.
Sekda Dewa Made Indra Terima Kunker Reses Komisi II DPR RI di Provinsi Bali
Menurutnya, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak jentiknya. Jentik nyamuk dapat berkembang menjadi nyamuk dewasa dalam 2 minggu dan menularkan DBD.
“Pemberantasan nyamuk harus dilakukan dari akarnya, yaitu jentik nyamuk di tempat genangan air. Oleh karena itu, sinergi antara masyarakat dan pemerintah sangat penting,” jelasnya.
Perubahan iklim ekstrim, imbuh Dwipayana, dengan pergantian cuaca panas dan hujan yang tiba-tiba, menjadi salah satu faktor pemicu berkembangnya nyamuk DBD. Selain itu, mobilitas masyarakat yang tinggi juga meningkatkan risiko penyebaran DBD.
Keluar Dari Bui, WN Rusia Pengimpor Sabu Dideportasi
“Kami mohon kerjasama masyarakat dengan pemerintah untuk bersama-sama menanggulangi DBD. Fogging saja tidak cukup, yang terpenting adalah pemberantasan sarang nyamuk di rumah masing-masing,” pesan Dwipayana. Sur






