Bangli,PersIndonesia.Com- Sebuah bangunan pelinggih di Merajan milik keluarga I Made Paing yang berlokasi di Desa Belanga, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli ludes terbakar. Dan akibat terbakarnya pelinggih tersebut I Made Paing mengalami kerugian kurang lebih Rp 60 juta.
Kanit Reskrim Polsek Kintamani, IPTU Putu Asmara Putra saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian kebakaran tersebut. Dikatakannya kejadian berawal hari Rabu (8/1/25) sekitar pukul 17.00 Wita, I Made Paing bersama keluarga pada hari Rabu, melakukan persembahyangan di merajan. Usai melakukan persembahyangan di merajan kemudian mereka melanjutkan persembahyangan di Pura Subak.
Baca Juga : WNA Asal Rumania Terjebak Longsor di Tebing Pura Segara Kidul, Nusa Penida
Seusai bersembahyang di Pura Subak sekitar pukul 20.30 Wita mereka kembali ke rumah. “Dan setiba dirumah didapati pelinggih merajan telah terbakar”, ujarnya, Kamis (9/1/25).
Karena dalam keadaan panik melihat pelinggih terbakar, I Made Paing kemudian meminta tolong kepada warga sekitar. Selanjutnya dengan dibantu warga secara bersama-sama melakukan upaya pemadaman api.
“Sehingga akhirnya api dapat dipadamkan. Dan untuk kemudian kejadian kebakaran dilaporkan ke Polsek Kintamani guna penanganan lebih lanjut”, kata Asmara.
Baca Juga : Tim SAR Temukan Jenazah Berbikini di Bawah Tebing Pura Luhur Uluwatu
Setelah menerima laporan pukul 21.00 Wita kemudian petugas mendatangi Tempat Kejadian Peristiwa (TKP). Dalam kejadian terbakarnya pelinggih merajan tidak sampai menyebabkan adanya korban jiwa. Untuk kerugian materiil diperkirakan kurang lebih Rp 60 Juta.
“Dari keterangan saksi-saksi dan hasil olah TKP, kebakaran diduga berasal dari api dupa yang masih menyala di Pelinggih merajan seusai persembahyangan yang ditinggal”, pungkasnya. (DB)






