Kampar, – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta pelaku industri untuk tidak menggunakan BBM subsidi seperti Biosolar dalam proses produksi, pembangkit listrik, atau transportasi. Hal ini agar penyaluran BBM subsidi bisa tepat sasaran atau dapat memenuhi kebutuhan yang berhak.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, Kemenperin telah meminta masing-masing direktorat di lingkungan Kemenperin untuk mengimbau kepada seluruh sektor binaannya agar tidak menggunakan BBM bersubsidi.
Sektor industri dibawah Kemenperin wajib mematuhi peraturan yang berlaku terkait penggunaan solar, yaitu Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga Perpres Nomor 191 Tahun 2014.
Namun, hal itu tidak berlaku bagi salah satu perusahan di Kampar yaitu PT. Tenang Jaya Sejahtera yang beralamat di Jln. Simpang Gelombang – Petapahan KM 05 Desa Kota Garo Kec. Tapung Hilir yang secara spesifik bergerak dalam bidang pembuatan Batako, Paving Block dan Bata Merah, dan Beton Siap Pakai (Batching Plant) sebagai komoditi dari has.
Belum lama ini Pemerhati Jurnalis Siber (PJS) Kabupaten Kampar melakukan investigasi dan berdasarkan informasi dari narasumber yang tidak ingin disebutkan identitasnya menyatakan bahwa PT. Tenang Jaya Sejahtera menggunakan BBM Subsidi yang sengaja disuplay oleh oknum APH dan kuat dugaan BBM bersubsidi ini hasil langsiran dari beberapa SPBU yang berada didekat Perusahaan.
Wakil Ketua PJS Kampar Andryan Syah Putra kepada wartawan mengatakan bahwa dari hasil investigasi PT. TJS diduga selama ini menggunakan BBM Subsidi. PT. TJS diduga menggunakan BBM Subsidi sebanyak 4 ton hingga 8 ton per bulannya.
“PT. TJS seharusnya tunduk kepada Perpres no 117 Tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak,” kata Andryan.
Lanjut, hasil temuan di lapangan ini nantinya akan kita kordinasi dengan Ketua PJS Kampar untuk segera membuat laporan ke pihak penegak hukum.
“Ya, pasti akan segera kita buat laporan ke Polda Riau terkait temuan kita ini,” tambahnya.
Sementara itu, manager perusahaan saat di konfirmasi oleh wartawan melalui WhatsApp nya tidak memberikan tanggapan hingga berita ini di terbitkan. (Tim)






