Dinas Kesehatan Bangli Target 3.895 Bayi Terimunisasi Campak di Tahun 2025

PersIndonesia.Com,Bangli- Perkembangan penyakit Campak di Kabupaten Bangli tergolong kecil. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangli hingga akhir tahun 2024 kasus penyakit yang disebabkan infeksi virus ini nihil. Meskipun sempat terjadi satu (1) kasus tidak sampai fatal dan dapat teratasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Bangli, I Nyoman Sudarma mengatakan untuk kasus campak hingga saat ini tidak ada (nihil). Beberapa waktu lalu memang ada 1 kasus, akan tetapi setelah dilakukan penanganan kembali sembuh.

Baca Juga : Lakukan Penanggulangan Rabies, Pemkab Bangli Gelar Workshop dan Kesejahteraan Hewan

“Dan astungkare hingga saat ini kasus campak di Bangli tidak ada, berkat ketaatan orang tua dan Tim Kesehatan untuk melakukan imunisasi”, terangnya seijin Kadis Kesehatan Bangli, Kamis 28 Agustus 2025.

Lanjut disampaikan Sudarma untuk di tahun 2025, pihaknya menargetkan jumlah bayi yang di beri imunisasi campak sebanyak 3. 895 orang. Sedangkan pada tahun 2024 sebanyak 3.230 orang dan hampir 100% tercapai.

Dari proyeksi sebanyak 3.895 orang di tahun 2025, tercatat hingga saat ini terealisasi mencapai 42,21%. Dan untuk mencapai 100% pihaknya tetap bekerjasama dengan Puskesmas, Bidan Desa, serta Kepala Dusun (Kadus).

“Data bayi lahir kami terima dari Tim Kesehatan Desa di masing-masing Kecematan, dengan harapan semua bayi di Kabupaten Bangli dapat imunisasi”, ujarnya.

Menurutnya, untuk imunisasi campak wajib diberikan satu kali kepada bayi. Dan pemberian imunisasi dilakukan ketika bayi berusia 9 bulan sampai 12 bulan (1 tahun) yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan bayi saat akan diimunisasi.

“Untuk efek seusai imunisasi campak bayi mengalami demam, akan tetapi berangsur pulih setelah diberi obat penurun panas. Demam timbul akibat perlawanan antibodi (imun tubuh) yang dimasukin imunisasi”, ungkapnya.

Baca Juga : Bangli Raih Penghargaan Kota Layak Anak Katagori Madya Dari Pemerintah Pusat

Meskipun Bangli termasuk aman dari kasus Campak, pihaknya tetap mengimbau kepada orang tua untuk tetap taat melakukan jadwal imunisasi bayinya. Selain itu diharapkan juga peran Puskesmas, Bidan Desa dan Kadus untuk melakukan pendataan bayi lahir. “Hal ini sebagai upaya untuk tetap menjadikan Kabupaten Bangli bebas dari kasus penyakit Campak”, pungkasnya.(IGS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *