Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Hisar M. Manalu
Pangkalpinang, persindonesia.com —Dukungan keluarga, pemeriksaan kehamilan secara rutin, dan pemenuhan gizi, menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi, sekaligus mencegah stunting sejak dini.
Karena itu, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang mengajak keluarga dan masyarakat berperan aktif mendampingi ibu hamil hingga persalinan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Hisar M. Manalu, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat Tingkat Kota Pangkalpinang Tahun 2026, di Wilhelmina Park, Rabu (14/10/2026).
Hisar mengatakan, ibu hamil dianjurkan menjalani pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan, termasuk sedikitnya dua kali pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk memantau kondisi ibu dan perkembangan janin.
“Pemeriksaan kehamilan minimal enam kali dan USG minimal dua kali. Ini penting untuk memantau kondisi ibu dan perkembangan janin,” kata Hisar.
Ia menjelaskan, layanan USG gratis telah tersedia di seluruh puskesmas di Pangkalpinang sejak beberapa tahun lalu. Karena itu, ia mengimbau ibu hamil memanfaatkan fasilitas tersebut agar kondisi kehamilan dapat dipantau secara berkala, tanpa harus selalu melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan swasta.
“USG gratis sudah tersedia di setiap puskesmas sejak beberapa tahun lalu. Jadi, silakan dimanfaatkan oleh ibu hamil untuk memeriksakan kondisi kehamilannya,” jelasnya.
Selain pemeriksaan medis, Hisar menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dan lingkungan sekitar dalam mendukung kesehatan ibu hamil.
Menurutnya, pendampingan tidak cukup hanya mengandalkan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan perhatian orang-orang terdekat.
“Ibu hamil perlu didukung oleh keluarga dan lingkungan sekitarnya. Jangan hanya mengandalkan tenaga kesehatan, karena perhatian dan pendampingan keluarga juga sangat penting selama kehamilan,” ungkapnya.
Ia juga mendorong keterlibatan masyarakat serta pemerintah di tingkat kelurahan, untuk menyiapkan pendampingan sejak masa kehamilan.
Kesiapan tersebut diperlukan agar keluarga dan lingkungan sekitar dapat segera memberikan bantuan ketika ibu membutuhkan pertolongan, terutama saat persalinan.
“Kita perlu menyiapkan pendampingan sejak masa kehamilan. Persalinan bisa terjadi sewaktu-waktu, jadi keluarga dan lingkungan harus siap membantu ketika ibu membutuhkan pertolongan,” imbaunya.
Hisar menambahkan, upaya menjaga kehamilan tetap sehat perlu didukung pemenuhan kebutuhan gizi, pemberian vitamin dan tablet tambah darah, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. Langkah tersebut penting untuk menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin.
“Pemenuhan gizi, pemberian vitamin dan tablet tambah darah, serta pemeriksaan rutin harus diperhatikan. Upaya menjaga kesehatan anak perlu dimulai sejak dalam kandungan untuk membantu mencegah stunting,” tambahnya.
Melalui Gerakan Ibu Hamil Sehat 2026, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang berharap pemantauan kehamilan semakin optimal melalui kolaborasi tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Dengan dukungan tersebut, ibu diharapkan dapat menjalani persalinan dengan aman dan bayi lahir dalam kondisi sehat. (B2N)






