Persindonesia.com Jembrana – Antisipasi adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang sampai saat ini meresahkan yang dilakukan oleh oknum pedagang di Teluk Gilimanuk terhadap pedagang luar wilayah, Lurah Gilimanuk beserta puluhan pedagang membentuk kelompok resmi guna mendapatkan legalitas yang jelas.
Saat rapat pembentukan kelompok dagang Teluk Gilimanuk pada Senin 26 Mei 2025, salah satu pedagang bernama Agus Wiono mengatakan, pihaknya bersama sekitar 50 pedagang untuk membentuk wadah kelompok yang nantinya akan disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Lurah. “Kami ingin ada legalitas yang jelas agar aktivitas kami lebih tertata dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi pada Selasa (27/5/2025), Lurah Gilimanuk, IB. Tony Wirahadikusuma mengatakan, dirinya prinsipnya mendukung penuh keinginan para pedagang. “Ketika mereka memiliki wadah kelompok dengan legalitas yang jelas, mereka akan lebih tertata, tertib, dan dapat mendukung program pemerintah. Ini juga akan menghilangkan kesan liar dan tidak teratur,” terangnya.
Ia menekankan penerbitan SK Lurah memerlukan proses dan mekanisme yang harus diikuti. “Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) kelompok harus jelas, jangan sampai nantinya merugikan pemerintah atau pedagang itu sendiri,” tegasnya.
Menurutnya, niat dari para pedagang tersebut juga mendapat dukungan dari Ketua LPM dan Ketua Pokdarwis yang juga mengharapkan para pedagang dapat bersatu dan mengikuti arahan yang diberikan. “Setelah melalui diskusi kami akan segera memproses penerbitan SK Kelompok Pedagang. Langkah ini akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan instansi terkait,” jelasnya.
Tony berharap dengan legalitas ini, para pedagang dapat lebih mengedepankan aturan pemerintah dan memahami batas kewenangan kelompok. “Ke depan, kita ingin Teluk Gilimanuk ini menjadi destinasi wisata yang memiliki daya tarik tersendiri, tidak hanya panorama alamnya tetapi juga kulinernya,” katanya.
Usada Bali Didorong Jadi Layanan Kesehatan Resmi, Gubernur Koster Minta Langkah Konkret
Ia juga berharap agar suasana malam di Teluk Gilimanuk bisa lebih hidup dengan adanya stan angkringan yang didukung hiburan seperti live music atau pentas seni.
“Jadi, Teluk Gilimanuk bisa menjadi sentral keramaian di malam hari, tempat nongkrong yang nyaman sambil menikmati kuliner, musik, dan keindahan alam, bukan lagi hanya dijadikan tempat minum-minum atau kumpul-kumpul tidak jelas oleh oknum tertentu,” ujarnya. Ts






