Gamers Jembrana Juarai Piala Presiden E-Sport 2022

Persindonesia.com Jembrana – Perkembangan teknologi di jaman sekarang terus meningkat, terutama dibidang game online. Tidak sedikit anak-anak Jembrana menggeluti permainan game online lewat warnet maupun menggunakan hanphone. Seperti halnya salah satu putra Jembrana yang sejak dari umur 12 tahun bermain game kini berhasil meraih juara nasional piala Presiden E-Sport 2022 Cabang Game Lokapala.

Diketahui, atlet E-Sport tersebut bernama I Kadek Arya Wiratama 20 tahun asal Lingkungan Ketugtug, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Anak muda yang merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri Bali ini menjadi most valuable player (MVP) atau pemain terbaik. Capain tersebut menjadi kebanggaan untuk Kabupaten Jembrana yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Ketua PKK Bali Ny. Putri Koster Serahkan Bansos Dampak Inflasi di Buleleng

Pemuda yang disapa Arya ini mulai bermain game dari usia 12 tahun dengan mengawali sebagai gamer amatir di sebuah warung internet (warnet). Menginjak usia 17 tahun kemudian beralih ke game yang ada di smartphone hingga akhirnya menjadi gamer professional. “Memang didukung dari dulu, namun dengan catatan harus menyelesaikan kewajiban,” uacapnya. Sabtu (19/11/2022)

Sebelumnya, lanjut Arya, dirinya sempat mengikuti berbagai kompetisi lokasl Bali hingga meraih juara 3 dalam turnamen PON Papua 2022 sebelum gabung di Klub Dewa United E-Sport. “Sebelumnya juga pernah menjuarai turnamen-turnamen lokal Bali bahkan Nasional, pada tahun 2021 juga sempat menjadi juara 2 Nasional dalam kompetisi Piala Presiden Cabang Lokapala 2021,” katanya.

Wagub Cok Ace menjadi Keynote Speaker di Warmadewa

Pemilik nama Game Amatariw lanjut menjelaskan, dalam pertandingan piala Presiden E-Sport di Istora Senayan, Jakarta, pada 7-14 November lalu selain meraih juara 1, teamnya juga berhasil manyabet most valuable player (MVP) atau pemain terbaik. Ia juga mengaku, sebelumnya pernah bermain game Mobile Legend (ML) dan beralih ke game lokal Indonesia yang disebut Lokapala

“Saya juga tidak menyangka sampai di rekrut oleh klub Dewa United E-sport hingga mengantarkan klub sebagai juara kemarin. Astungkara hasil bermain game, saya sudah bisa membayar kuliah secara mandiri, artinya dari bermain game ini, sudah dapat menjadi penghasilan. bermain game sebenarnya tergantung tujuan. Kalau sekedar hiburan untuk isi waktu, tanpa ada motivasi lain akan percuma dan memang harus ditekuni sepenuhnya,” ujarnya.

Pemkot Denpasar Gelar Desiminasi Audit Kasus Stunting

Lebih jelasnya Arya mengatakan, saat menjuarai pertandingan terakhir Piala Presiden E-Sport cabang Lokapla. Dirinya bersama teamnya yang beranggota 6 orang mendapatkan hadiah total sebesat Rp 140 juta rupiah. “Selain itu sebagai pemain terbaik kami mendapatkan Rp. 10 juta rupiah. Ini tidak menutup kemungkinan kedepan kalau ada kesempatan bergabung dengan tim internasional. Saya menyelesaikan kuliah dulu,” pungkasnya. Vlo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *