Persindonesia.com Jembrana – Memasuki H-5 Lebaran 1446 H, Rabu (26/3/2025) sekitar pukul 12.00 wita, arus kendaraan pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, mulai mengalami peningkatan signifikan. Antrean kendaraan pribadi dan sepeda motor yang hendak keluar Bali mengular di jalur menuju pelabuhan.
Guna mengantisipasi lonjakan kendaraan dan mencegah kemacetan, Polres Jembrana menerapkan rekayasa lalu lintas berupa buffer zone dan delaying system. Rekayasa ini bertujuan mengurai antrean dan mencegah penumpukan kendaraan di area pelabuhan.
Dari data yang diterima mulai dari Selasa (25/3/2025) hingga tadi pagi pada pukul 08.00 wita jumlah pemudik pejalan kaki dan pemudik dalam kendaraan berjumlah 68.754 orang yang meninggalkan Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk meningkat secara signifikan dari jumlah pada sebelumnya darihari Minggu hingga Senin (24/3/2025) yang hanya berjumlah 54.888 orang.
Pemkab Badung Gelar Rembug Stunting Tahun 2025
Sementara pantauan di lapangan, antrean kendaraan pribadi di Terminal Kargo Gilimanuk sudah mencapai kawasan Mbah Temon. Kendaraan pribadi dan sepeda motor diarahkan masuk ke Terminal Kargo sebelum melintas ke jalur khusus menuju Terminal Manuver Pelabuhan. Sementara itu, kendaraan besar seperti truk dan bus tetap menggunakan jalur utama Denpasar-Gilimanuk menuju Dermaga Landing Craft Machine (LCM).
Di area parkir Manuver dan Kantong Parkir ASDP, kendaraan tampak masih menunggu giliran untuk bongkar muat kapal. Antrean truk dan bus di Dermaga LCM bahkan telah mencapai panjang sekitar 1,4 kilometer hingga depan Hotel Lestari Gilimanuk. Sementara arus kendaraan yang masuk Bali melalui Pos 2 Gilimanuk terpantau masih lancar tanpa peningkatan signifikan.
Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto mengatakan, pihaknya terus melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas untuk memastikan arus mudik berjalan lancar. “Untuk hari ini, arus mudik mulai meningkat di Pelabuhan Gilimanuk. Pemeriksaan terhadap kendaraan dan penumpang tetap kami lakukan untuk mencegah masuknya barang ilegal, senjata tajam, bahan peledak, narkoba, serta orang tanpa identitas,” tegasnya, Rabu (26/3/2025).
15 Polisi Terluka dalam Kericuhan Demo Tolak UU TNI di Surabaya
Ia mengaku, pemeriksaan ketat dilakukan oleh personel Operasi Ketupat Agung 2025 dengan dukungan alat metal detector, mirror, serta anjing pelacak dari Satwa K9 Polda Bali. Guna mempercepat proses penyeberangan, sebanyak 32 kapal motor penyeberangan (KMP) dioperasikan. “Rinciannya, lima kapal beroperasi di masing-masing Dermaga Movable Bridge (MB) I-IV, serta 12 kapal di Dermaga LCM. Waktu sandar kapal bervariasi antara 25 hingga 45 menit, tergantung jenis dermaga yang digunakan,” terangnya.
Selain itu, lanjut Endang, kendaraan bersumbu tiga diarahkan melalui Pos Pengamanan (Pos Pam) Pengeragoan dan Wasatpel UPPKB Cekik Gilimanuk sebagai bagian dari sistem penundaan (delay system). “Langkah ini untuk mengurangi kepadatan dan mempercepat proses penyeberangan, sehingga pemudik bisa sampai ke tujuan dengan aman dan nyaman,” imbuhnya.
Hingga saat ini, imbuh Endang, situasi di Pelabuhan Gilimanuk masih terkendali meski volume kendaraan terus meningkat. “Kami mengimbau para pemudik untuk tetap tertib, mematuhi arahan petugas, dan memastikan kesiapan kendaraan demi kelancaran mudik Lebaran 2025,” pungkasnya. TS






