Persindonesia.com Jembrana – Merebaknya aksi demonstrasi di berbagai daerah luar Bali hingga depan DPRD Provinsi Bali membuat Kantor DPRD Kabupaten Jembrana dijaga ketat. Terlihat sekitar kurang lebih 50 Pasikian Pecalang Bali Kabupaten Jembrana yang berkolaborasi dengan TNI dan Polri berjaga di Kantor DPRD Jembrana. Selain itu, Pelabuhan Gilimanuk turut mendapat penjagaan tim gabungan.
Saat dikonfirmasi Ketua Pasikian Pecalang Bali Kabupaten Jembrana I Made Pande Dwi Putra mengatakan, pihaknya merasa prihatin atas adanya aksi demontrasi yang sampai mengarah ke anarkis. Pihaknya berbaur dengan TNI/Polri guna melakukan pengamanan dengan harapan situasi di Jembrana berjalan aman dan kondusif.
Gubernur Koster Pimpin Gelar Agung di Renon, Serukan Bali harus Aman
“Dengan adanya situasi yang anarkis kami tidak mengharapkan itu terjadi, kalaupun tetap ada, kami berusaha mengantisipasi di Jembrana agar tetap aman dan kondusif. Harapan kami selaku ketua Pecalang Kabupaten, sangat berharap Jembrana kondusif. Dan tidak ada permasalahan yang muncul. Kami menolak adanya demonstrasi yang anarkis,” ucapnya.
Dirinya juga mengaku telah bertemu dengan Ketua DPRD Jembrana, mulai Selasa (2/9) akan membantu melakukan penjagaan dengan melibatkan 10 orang, dibagi untuk siang dan malam. “Atas permintaan ibu Ketua tadi saat pertemuan, selama 5 hari ke depan, kami pecalang Kabupaten Jembrana ikut menjaga kantor DPRD. Kami juga telah berkoordinasi ke pecalang masing-masing desa untuk jaga wewidangan desa adat tetap kondusif,” terangnya.
DPP Partai Nasdem Resmi Menonaktifkan Ahmad Syahroni dan Nafa Urbach Sebagai Anggota DPR RI
Sementara Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, mengatakan dengan adanya situasi di Bali sudah terjadi beberapa aksi demonstrasi dan adanya rencana aksi 1 September akan ada pergerakan di kantor-kantor DPRD seluruh Indonesia, dilakukan antisipasi melibatkan Pecalang dan petugas gabungan TNI Polri.
“Kami mengantisipasi, meskipun saya meyakini di Jembrana sangat kondusif. Dan sejauh ini memang belum ada surat atau pemberitahuan akan ada aksi di Jembrana. Tetapi kita tetap antisipasi, siapa tahu ada kejadian. Kami mengajak dengan Pecalang dan termasuk Banser. Atas ijin dan koordinasi dengan forkopimda, merestui kita merangkul Jaga Bali yang kita punya, yakni Pecalang di Jembrana. Tidak saja di DPRD saja nantinya, seperti juga di Kantor Bupati misalnya,” terangnya. Ts






