Persindonesia.com Jembrana – Memasuki hari kedua program makan bergizi nasional, beberapa siswa kompak menolak menu yang disajikan yang berisi sayur kacang panjang campur jagung, mereka cenderung menyukai menu yang disajikan pada hari pertama. Disamping itu, program ini juga mendapatkan sambutan positif dari orang tua siswa.
Pantauan awak media, di SDN 3 Banjar Tengah, Desa Lelateng, Kecamatan Negara Jembrana, siswa kembali menikmati menu yang disajikan. Menu yang disajikan pada hari kedua berbeda dari hari sebelumnya. Jika di hari pertama siswa disuguhkan daging ayam dan sayur sop, maka pada hari kedua menu yang disediakan adalah nugget, telur orak-arik, serta sayur kacang panjang campur jagung.
Salah satu siswi SDN 3 Banjar Tengah Ni Komang Anandi Putri Pujastari mengatakan, menu hari ini yang disajikan berbeda dari sebelumnya. “Enak, tapi saya tidak suka sayur ini. Sayur kemarin baru saya suka,” ucapnya. Hal serupa juga disampaikan oleh salah satu siswa laki-laki SDN 3 Banjar Tengah, yang menyatakan lebih menyukai menu sayuran pada hari pertama. Selasa (07/12/2025).
Revitalisasi Bandara Ngurah Rai Dongkrak Layanan di Musim Libur
Sementara itu, para orang tua siswa yang ditemui saat menjemput anak-anak mereka mengaku program ini sangat membantu dan memberikan dampak positif. Dari sisi ekonomi, program ini dinilai mampu menghemat uang saku siswa.
“Makan bergizi gratis ini adalah salah satu faktor untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Terobosan ini sangat tepat karena menyentuh rakyat secara merata melalui anak-anak. Sebelum ada program ini, saya tetap memberikan bekal lima ribu rupiah. Sekarang, uang tersebut bisa disimpan untuk belanja di rumah,” ujar Mangku Ketut Sangging, salah satu orang tua siswa.
Sementara orang tua siswa lainnya bernama Ni Komang Suci, juga mengungkapkan hal serupa. “Saya sangat setuju. Anak saya biasanya susah makan di rumah, tapi di sekolah dia habis makannya. Mungkin karena makan bersama teman-temannya,” katanya.
Polsek Ubud Ciduk Pelaku Curanmor di 3 TKP
Program makan bergizi gratis ini dilaksanakan secara bertahap di Kabupaten Jembrana. Pada tahap awal, program baru bisa melayani 3.109 siswa dari total hampir 60 ribu siswa di Jembrana. Saat ini, program ini mencakup 12 sekolah dasar dari 185 SD, dua taman kanak-kanak dari 144 TK, serta satu SMP dari total 21 SMP yang ada di Jembrana. TS






