Persindonesia.com Jembrana – Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Jembrana, semakin menunjukkan kemajuan signifikan. Setelah resmi masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), proyek ini segera memasuki tahap tender. Hal ini terungkap menyusul pertemuan antara Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Proyek PSN ini akan membawa perubahan besar pada PPN Pengambengan. Luas lahan pelabuhan akan diperluas secara drastis hingga 60 hektare, meningkat jauh dari luas PPN Pengambengan saat ini yang hanya 13,5 hektare. Tak hanya itu, luas kolam labuh juga akan bertambah menjadi 72,5 hektare, lebih dari dua kali lipat dibandingkan luas saat ini yang hanya 30 hektare.
Selain perluasan tersebut, rencana proyek juga mencakup reklamasi seluas 37 hektare yang nantinya akan dialokasikan untuk industri pengolahan ikan.
Saat dikonfirmasi usai penyerahan kendaraan pikap untuk desa adat, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyatakan kesiapannya dalam menyukseskan proyek ini. “Saya sudah dipanggil dan menghadap langsung ke Kementerian KKP. Dalam pertemuan tersebut, kami sudah menyampaikan kesiapan terhadap PSN itu,” ujarnya, Sabtu (31/5/2025)
Satya Braya Jembrana, Sampaikan Realisasi Program Prioritas Pada 100 Hari Bang Ipat
Ia menambahkan, secara prinsip, tender akan dimulai pada bulan Oktober tahun ini. “Paling lambat hari ini sedang proses finalisasi desain, setelah itu akan ada tender. Masalah anggaran sudah disiapkan, sudah disiapkan tahap pertama. Astungkara 2027 akhir sudah selesai dan PPN Pengambengan Pelabuhan Nusantara sudah bisa digunakan,” terangnya.
Terkait rencana perpindahan kapal dari Benoa ke Jembrana, Kembang mengungkapkan, ia telah mengikuti rencana tersebut sejak tujuh tahun lalu. “Ketika memang ada rencana untuk merevitalisasi Pelabuhan Benoa menjadi pelabuhan kapal pesiar, saat itu saya sempat ngomong bagaimana pelabuhan ikan bisa dipusatkan di Kabupaten Jembrana,” kenangnya.
Lebih jelasnya Kembang mengatakan, sosialisasi kepada pemerintah daerah telah dilakukan sejak lama, namun sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. “Baru kemudian selesai dari tahap berikutnya bagaimana memindahkan kapal-kapal ikan Benoa yang ada di sana untuk bisa ditampung oleh kolam labuh PPN Pengambengan,” tambahnya.
100 Hari Kerja Bang Ipat, Total 70 Pick-Up Disebar ke Desa Adat Se Jembrana
Ia sangat berharap kehadiran PSN PPN Pengambengan ini akan memberikan manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya memberikan “catatan-catatan kritis” agar proyek ini betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam memanfaatkan sumber daya lokal dan mempertahankan nelayan tradisional.
“Bagaimana juga lingkungan masyarakat di sana bisa beradaptasi dengan kondisi yang baru, ini tentu ada plus minus tetapi saya yakin banyak positif yang nanti akan kita dapatkan di sana, pergerakan ekonomi terjadi, investasi akan tumbuh, dan lain-lainnya,” pungkasnya. Ts






