Jelang 81 Tahun Kemerdekaan Negeri, Keluarga Muda di Bangka Ini Masih Berjuang Miliki Rumah Layak

Asmira (23) dan kondisi rumah yang ditempati bersama suami dan anak

Bangka, persindonesia.com –

Di tengah persiapan bangsa Indonesia menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI, keluarga Mail (23) dan Asmira (23) di Lingkungan Limbang Jaya, Kelurahan Surya Timur, Kabupaten Bangka, masih harus bertahan di rumah sederhana yang jauh dari kata layak huni.

Rumah berukuran sekitar 3 x 5 meter itu dibangun sendiri oleh pasangan muda tersebut. Bangunannya berdinding kayu dan papan, beratap nipah, sementara bagian atas kamar hanya ditutup menggunakan terpal plastik berwarna hitam.

Selama sekitar tiga tahun menempati rumah tersebut bersama seorang anak, Mail dan Asmira harus menghadapi berbagai keterbatasan. Kondisi rumah semakin memprihatinkan ketika hujan turun.

Asmira mengaku, air hujan kerap masuk melalui atap yang bocor. Ia terpaksa menyiapkan ember dan baskom untuk menampung air yang menetes ke dalam rumah.

“Kalau hujan, atap bocor dan air masuk ke rumah. Kami harus pakai ember dan baskom untuk menampung air,” ujar Asmira.

Tak hanya bagian dalam rumah yang terdampak, dapur keluarga tersebut juga kerap terendam saat hujan deras. Kondisi itu diperparah dengan bagian belakang rumah yang masih berupa lahan rawa.

Meski tanah tempat mereka tinggal merupakan milik sendiri, keterbatasan ekonomi membuat pasangan tersebut belum mampu memperbaiki atau membangun rumah yang lebih layak.

Sebelumnya, keluarga Mail dan Asmira telah mendapatkan bantuan pemasangan listrik gratis melalui program Listrik Negara. Pengurusan bantuan tersebut dibantu oleh kepala lingkungan setempat.

Namun, akses listrik belum menyelesaikan persoalan utama keluarga itu. Mereka masih membutuhkan tempat tinggal yang aman, terutama untuk melindungi anak mereka dari kondisi cuaca dan lingkungan yang kurang mendukung.

“Kami berharap ada bantuan rumah layak huni, supaya anak kami bisa tinggal lebih nyaman dan aman, terutama saat hujan,” harap Asmira.

Mail Sakit, Istri Ikut Mencari Penghasilan

Lurah Surya Timur, Nurzal Aprizaldi, membenarkan kondisi keluarga tersebut. Ia mengatakan, Mail dan Asmira termasuk keluarga kurang mampu yang membutuhkan perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait.

Kondisi ekonomi keluarga semakin berat lantaran Mail yang selama ini bekerja serabutan sedang mengalami sakit. Situasi tersebut membuat Asmira harus ikut mencari penghasilan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Mail bekerja serabutan, tetapi sekarang sedang sakit. Jadi istrinya juga harus ikut mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Nurzal.

Nurzal menjelaskan, pihak kelurahan tidak memiliki anggaran khusus untuk membangun rumah layak huni bagi masyarakat. Meski demikian, kelurahan telah berupaya mengusulkan keluarga tersebut agar memperoleh bantuan.

Pengajuan telah disampaikan kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bangka serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Bangka.

“Kami sudah mengajukan keluarga ini agar bisa mendapatkan bantuan rumah layak huni. Kami berharap ada tindak lanjut dari pihak terkait, karena kondisi mereka memang membutuhkan perhatian,” ungkapnya.

Kemerdekaan yang Masih Menjadi Harapan

Kondisi Mail dan Asmira menjadi gambaran bahwa persoalan kebutuhan dasar masih dihadapi sebagian masyarakat, meski Indonesia akan memasuki 81 tahun kemerdekaan.

Bagi keluarga kecil tersebut, makna kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan atau upacara. Memiliki rumah yang aman dan layak menjadi kebutuhan mendasar yang mereka harapkan segera terwujud.

Di tengah berbagai program bantuan sosial dan perumahan yang tersedia, kondisi di lapangan menunjukkan pentingnya penguatan pendataan serta percepatan penyaluran bantuan bagi keluarga rentan.

Bagi Mail, Asmira dan anak mereka, impian rumah layak huni bukan sekadar bangunan. Tempat tinggal yang aman berarti kesempatan untuk menjalani kehidupan dengan lebih tenang tanpa harus cemas setiap kali hujan turun.

Harapan mereka sederhana, dapat tidur dengan nyaman, tidak lagi menampung air hujan di dalam rumah, dan membesarkan anak di tempat tinggal yang aman dan manusiawi. (*/Ary)