Persindonesia.com Jembrana – Kabupaten Jembrana tengah bergulat dengan peningkatan kasus kebakaran. Dalam kurun waktu Januari hingga Juli 2024, sebanyak 26 peristiwa kebakaran telah melanda berbagai wilayah di Jembrana, mengakibatkan kerugian materi mencapai Rp2,1 miliar.
Kebakaran bangunan dan lahan menjadi jenis kejadian yang paling sering terjadi, terutama saat musim kemarau dengan cuaca yang kering dan angin kencang. Berbagai faktor seperti penggunaan api yang tidak hati-hati, korsleting listrik, hingga pembakaran sampah sembarangan menjadi pemicu utama.
KAReB Siap Mendukung Erji Pada Pilkada Surabaya
I Kadek Rita Budhi Atmaja, Kabid Damkar dan Penyelamatan, Satpol PP Jembrana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya maksimal dalam menangani setiap kejadian kebakaran. Namun, ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran.
“Masyarakat harus lebih waspada dan hati-hati dalam menggunakan api, listrik, dan bahan mudah terbakar lainnya, misalnya penggunaan dupa saat sembahyang, pastikan dup aitu padam sebelum ditinggalkan. Penting juga untuk memahami cara menggunakan alat pemadam kebakaran (APAR),” ujarnya. Rabu (31/7/2024).
Polisi Bubarkan Belasan Remaja Yang Hendak Tawuran Di Cakung Jakarta Timur
Dampak dari musim kemarau, imbuh Rita, sangat berpotensi menimbulkan kebakaran khususnya pada lahan kering. Masyarakat diharapkan tidak sembarangan saat membakar sampah atau lainnya di lahan yang rentan terbakar.
“Masyarakat harus hati-hati membakar sampah, dan pastikan kalau membakar sampah tidak meninggalkan titik api yang masih hidup. Ini perpotensi sekali terjadi kebakaran disaat musim kemarau seperti sekarang ini,” pungkasnya. Sur






