Jembrana Aktifkan Pos Siaga Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem Desember–Februari

Persindonesia.com Jembrana – Memasuki periode rawan bencana hidrometeorologi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana mulai mengaktifkan pos siaga di kantor setempat. Pos tersebut mulai beroperasi pada Selasa (2/12/2025) sebagai langkah awal menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi sepanjang Desember 2025 hingga Februari 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Arthana Putra mengatakan, pihaknya meningkatkan kesiapsiagaan dengan menambah jumlah personel tim reaksi cepat (TRC). “Biasanya TRC hanya tujuh orang, namun selama status siaga ini kami tingkatkan menjadi 10 sampai 11 personel,” ujarnya, Selasa (2/12)

Agus menyebutkan bahwa pembahasan lebih lanjut terkait penambahan personel dan strategi antisipasi akan dilaksanakan pada 4 Desember. “Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui rapat daring dan apel gabungan yang sebelumnya digelar,” ucapnya.

Efisiensi Anggaran Pusat Berdampak pada Program Sosial di Jembrana

Ia menegaskan seluruh perangkat daerah serta unsur Forkopimda didorong untuk menyiagakan alat pendukung penanganan bencana. “Komunikasi cepat sangat penting. Setiap perubahan cuaca yang signifikan harus segera ditindaklanjuti. Mitigasi menjadi kunci,” tuturnya.

Menurut Agus, desa-desa telah diinstruksikan melakukan pembersihan selokan, memantau aliran sungai, dan mengantisipasi titik-titik rawan. Sejumlah sungai yang mengalami pendangkalan juga sudah mendapatkan penanganan melalui pengerukan.

Agus mengaku, pihaknya turut mengajukan kebutuhan pemasangan alat deteksi dini kenaikan debit air sungai. Sedikitnya 11 titik dianggap memerlukan alat tersebut untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

Diduga Club Ibiza Manipulasi Fakta Kematian Pengunjung: Kepolisian Ungkap Kronologi Sebenarnya

“Alat ini sangat dibutuhkan agar warga punya waktu menyelamatkan diri ketika air mulai meningkat. Namun harganya cukup mahal, sehingga tidak dapat dianggarkan melalui APBD. Kami sudah ajukan ke pemerintah pusat,” jelas Agus.

Sebelum pos siaga dibentuk, Jembrana telah menggelar apel kesiapsiagaan pada Rabu (5/11/2025) di halaman belakang GOR Krisna Jvara, Dauhwaru. Sebanyak 481 personel gabungan dari TNI/Polri, BPBD, dan berbagai instansi lainnya diterjunkan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. Ts

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *