BONDOWOSO, PersIndonesia.com – Opini – Sejak dimulainya open bidding Sekda Bondowoso pada 3 Mei 2025 lalu, perhatian sebagian besar kalangan utamanya insan pers dan aktivis tertuju kesana. Ramai perbincangan dan perdebatan di berbagai grup WA. Dinamikanya pun beragam, dukungan pun pecah ke calon A, B ataupun C.
Seakan ketakutan akan fokus banyak kalangan ke pelaksanaan open bidding Sekda, ada pihak yang sepertinya kebakaran jenggot. Pengalihan isu pun mulai dilancarkan. Mulai dari isu macetnya SK kenaikan pangkat ratusan PNS hingga isu sound horeg. Dan sayangnya sebagian dari kita termakan isu-isu ini. Terbukti kini perdebatan mulai beralih ke masalah sound horeg.
Sayang seribu sayang. Saat Kabupaten sebelah sudah melesat melakukan percepatan dan elaborasi program Ijen Geopark, kita di Bondowoso masih berkutat masalah sound horeg.
Sayangnya lagi, sound horeg ini awalnya juga bukan murni inisiatif relawan 01…
Menengok ke Kabupaten Banyuwangi, terlihat jelas perkembangan pasca ditetapkannya Bondowoso-Banyuwangi sebagai satu kawasan Ijen Geopark. Pemkab Banyuwangi malah sudah membangun gedung PIGGI (Pusat Informasi Gedung Geopark Ijen). Gedung berlantai lima ini dibangun sebagai pusat informasi dan wisata edukasi geologi setelah Geopark Ijen telah resmi ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) atau Jaringan Geopark Dunia UNESCO.
Selain itu Pemkab Banyuwangi pun telah melakukan percepatan upaya menaikkan tingkat kunjungan wisatawan dari pulau Bali. Salah satunya dengan rencana peluncuran feri cepat Banyuwangi – Bali (Denpasar). Feri cepat ini rencananya akan diluncurkan mulai Juni 2025, dengan waktu tempuh 2,5 jam.
Sedangkan di Bondowoso, apa yang telah dilakukan?
Sekedar menata birokrasi yang dimulai dari pemilihan Sekda saja, sudah terjadi banyak masalah. Parahnya lagi, saat kita akan memberikan kritik membangun sebagai koreksi, pengalihan isu muncul.
Lantas bagaimana jadinya jika open bidding berjalan tidak sesuai dengan harapan dan Sekda terpilih nanti tidak mampu mengimbangi kinerja Bupati dalam menjalankan program-program unggulannya.
Seperti kita ketahui, salah satu program unggulan Bupati Bondowoso dalam sektor pariwisata adalah rebranding destinasi wisata. Hal ini dimaksudkan untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Dan kita mesti ingat bahwa pariwisata adalah salah satu aspek dari Ijen Geopark.
Maka sangat disayangkan jika kita termakan isu murahan yang sengaja dihembuskan pihak tertentu. Ayo kembali kawal pemilihan Sekda agar berjalan transparan dan akuntabel.
Biarlah nanti sound horeg, jika memang bisa menjadi pendukung pariwisata kembali dibahas saat Sekda terpilih telah ditetapkan.
Open bidding Sekda yang transparan, akuntabel dan sesuai dengan regulasi yang berlaku tentunya akan menghasilkan sosok Sekda yang kompeten. Dia yang nantinya akan membantu Bupati dalam melaksanakan seluruh program kerjanya. Maka apalah artinya perdebatan mengenai sound horeg ini, dibanding dengan gawe besar Pemkab Bondowoso kali ini, open bidding Sekda.
(Ageng)






