PersIndonesia.Com,Bangli- Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2025 mengucurkan dana senilai ratusan juta bagi SMAN 1 Bangli. Berkat kucuran dana tersebut harapan untuk membangun ruang Laboratorium (LAB) Komputer dan toilet siswa dapat segera terwujud.
Bahkan saat ini proses pengerjaan kegiatan fisik sedang berlangsung dan ditargetkan pada akhir tahun 2025 harus sudah rampung.
Baca Juga : Terima Gelontoran Dana Kementerian Pendidikan, Gedung SMPN 1 Bangli Divermak
Kepala Sekolah (Kapsek) SMAN I Bangli, Drs Komang Gede Juliarta Danendra saat dikonfirmasi mengatakan sejauh ini SMAN I Bangli belum memilki ruang LAB Komputer yang representatif, terlebih lagi ruang LAB Komputer yang ada memanfaatkan ruang kelas.
“Selain itu, untuk ruang LAB Komputer kita juga sempat menggunakan ruang guru,” ujarnya, Senin (6/10/2025).
Lanjut disampaikan, hingga akhirnya melalui program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Sekolah Menengah Atas, SMAN I Bangli mendapat bantuan pembanguan ruang LAB Komputer dan toilet siswa.
Dimana besaran anggaran untuk pembangunan ruang LAB Komputer berikut meja komputer dan pembangunan toilet siswa sebanyak 6 unit mencapai Rp 888.239.000. Untuk proses pengerjaan kegiatan sudah berlangsung sejak bulan Agustus.
“Adapun waktu pengerjaan selama 120 hari kalender,” ungkap Kasek asal Desa Bunutin, Bangli ini.
Baca Juga : Pembangunan Bangli Sport Center Tahap II Bakal Dimulai Dengan Anggaran 1,1 Milyar Lebih
Menurutnya, pekerjaan dilakukan melalui swakelola murni. Sedangkan untuk tempat ruang Lab Komputer memanfaatkan lahan yang dulunya bekas kantor Sekretariat KONI Bangli yang telah dihibahkan oleh Pemkab Bangli kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Program dari Kementerian ini sendiri berbasis data Dapodik. Semisalnya sekolah belum punya ruang komputer akan kelihatan pada data Dapodik sekolah dan ini akan menjadi acuan pemberian bantuan.
“Disamping itu data Dapodik bisa mengakses status kepemilikan lahan sebagai syarat mutlak pendukung pembangunan,” kata Juliarta Danendra.
Sementara disinggung terkait ketersedian Ruang Kelas Belajar (RKB) kata Juliarta Danendr, saat ini sekolah baru memiliki 22 ruang belajar dan masih kurang 8 ruang belajar baru “Tentu kami akan mengajukan permohonan bantuan baik itu ke pusat atau Pemprov Bali terkait kekurangan ruang belajar ini,” ungkap mantan Kasek SMAN I Tembuku ini. (*)






