Kemacetan Diprediksi di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Kapolres Imbau Pemudik Berangkat Lebih Awal

Persindonesia.com Jembrana – Perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri yang berdekatan tahun ini diperkirakan akan menyebabkan kemacetan panjang di sepanjang Jalur Nasional Denpasar-Gilimanuk. Polres Jembrana mengimbau masyarakat yang akan mudik agar berangkat sebelum 28 Maret 2025 untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas yang bertepatan dengan Pengerupukan Nyepi.

Dalam pengamanan tersebut, Polres Jembrana berencana akan mengerahkan 270 personel dalam Operasi Ketupat 2025 guna mengamankan arus mudik yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi pada 29 Maret 2025 dan Idulfitri pada 31 Maret 2025. Selain itu, sebanyak 45 personel tambahan akan dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di titik-titik strategis.

Diindikasi Lakukan Pemerasan, Kejati Bali Panggil Sejumlah Pejabat di Bangli

Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto mengatakan pengamanan akan difokuskan di empat Pos Pengamanan (Pos PAM) yang tersebar di Kecamatan Pekutatan, Mendoyo, Negara, dan Melaya. Selain itu, Pos Pelayanan akan didirikan di Kargo Kelurahan Gilimanuk, sementara Pos Terpadu akan berada di ASDP Gilimanuk.

“Kami memperkirakan akan ada peningkatan arus mudik pada tahun ini. Penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup pada 28 Maret 2025, bersamaan dengan penutupan penjualan tiket kapal pada hari yang sama. Kami mengimbau masyarakat agar membeli tiket jauh-jauh hari agar perjalanan lebih lancar,” ujarnya, Jumat (28/02/2025).

Masalah Gaji, Pekerja Bangunan Tega Bunuh Mandor Sendiri

Untuk menghindari kemacetan, lanjut Endang, masyarakat juga diminta melakukan perjalanan sebelum 28 Maret 2025, mengingat pada hari tersebut akan berlangsung Pengerupukan Nyepi dengan pementasan ogoh-ogoh di berbagai kecamatan.

Sementara itu, Direktur Utama ASDP, Heru Widodo dala statemnya mengatakan, pembelian tiket penyeberangan tahun ini hanya dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi atau situs web Ferizy. Tiket bisa dibeli mulai H-60 sebelum keberangkatan dan paling lambat H-1 sebelum jadwal perjalanan.

Gumi Benyah Latig, Nelayan Serangan Tunda Pertemuan, Ada Intervensi dari Bendesa Adat, Ada Apa?…

“Dengan sistem tiket daring ini, kami berharap masyarakat dapat lebih terencana dalam perjalanan mereka dan menghindari kepadatan di pelabuhan. Pengguna jasa juga diimbau untuk masuk ke pelabuhan dan melakukan check-in sesuai jadwal yang tertera di tiket guna menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang,” pungkasnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *