Kembangkan Keterampilan WBP, Lapas Pangkalan Bun Manfaatkan Mesin Tetas Sederhana untuk Dukung Ketahanan Pangan

Kepala Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun, Drs Dawa’i,.M.A. mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membekali WBP

Pangkalan Bun, persindonesia.com  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pangkalan Bun terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan peternakan di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

Salah satu inovasi yang dikembangkan yakni pembuatan mesin penetas telur ayam sederhana. Kegiatan tersebut tidak hanya mendukung pengembangan peternakan di lingkungan Lapas, tetapi juga memberikan keterampilan praktis kepada WBP, Rabu (7/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, WBP bersama peserta MagangHub melakukan pemantauan terhadap 46 butir telur yang sedang dalam proses penetasan. Telur tersebut terdiri dari ayam kampung, ayam KUB, dan entok, dengan usia penetasan telah memasuki hari ke-12 dan ke-13.

Pemantauan dilakukan secara berkala dengan mengecek suhu dan kelembapan mesin, melakukan pembalikan telur, serta memastikan mesin tetas berfungsi secara optimal. Dari hasil pengecekan, terdapat lima telur ayam dan dua telur entok yang mengalami kerusakan atau busuk, sementara telur lainnya masih dalam proses penetasan.

Kepala Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun, Drs Dawa’i,.M.A. mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membekali WBP dengan keterampilan yang dapat bermanfaat setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Kami ingin kegiatan pembinaan tidak hanya memberikan pengalaman selama berada di Lapas, tetapi juga membekali WBP dengan keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Melalui inovasi mesin penetas telur sederhana ini, kami juga berupaya mengembangkan peternakan secara berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan,” ujar Dawa’i.

Salah seorang WBP berinisial U juga mengaku mendapatkan pengalaman baru dalam memahami proses penetasan telur serta pemeliharaan ternak.

Lapas Pangkalan Bun berharap telur yang berhasil menetas nantinya dapat dikembangkan untuk mendukung keberlanjutan program peternakan di lingkungan Lapas. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi WBP dalam mengelola peternakan mulai dari proses penetasan hingga pemeliharaan.

Melalui program tersebut, Lapas Pangkalan Bun terus mendorong pembinaan kemandirian yang produktif, aplikatif, dan berkelanjutan sebagai bekal WBP untuk kembali berkontribusi di masyarakat.

Jurnalis AGM