Krisis Air Bersih, Polres Salurkan 1.200 Liter ke Dua Banjar di Desa Tukadaya

Persindonesia.com Jembrana – Dampak dari kemarau panjang melanda menyebabkan beberapa wilayah di kabupaten Jembrana kekurangan air bersih. Seperti halnya di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, terdapat 2 banjar yang kekurangan air bersih, diantaranya Banjar Sombang dan Banjar Sari Kuning.

Untuk wilayah Banjar Sombang terdapat 100 kk yang terdampak krisis air bersih. Sementara di Banjar Sari Kuning terdapat 1000 kk yang krisis air bersih, namun yang terdampak hanya 25 persen lantaran ada masih warga yang mempunyai sumur.

Menurut pengakuan warga setempat, selama ini warga untuk mandi,mencuci memanfaatkan air sungai terdekat walau airnya sudah berubah warna agak hijau dan berbau. Untuk minum dan masak,warga menggali sumber mata air dipinggiran sungai.

Aparat Gabungan TNI-Polri kembali menemukan 6 Jenasah Korban Pembantaian

Menyikapi adanya warga yang kekurangan air bersih, Polres Jembrana mengerahkan kendaraan water canon untuk menyuplai air bersih kedua wilayah tersebut. Penyaluran dilakukan dengan mengisi bak penampungan air milik warga dan mengisi ember,serta alat tampung air lainnya yang telah disiapka warga di depan rumah mereka.

Saat dikonfirmasi, Jro Bendesa Adat Taman Sari Banjar Sari Kuning mengatakan, diwilayahnya terdapat 1000 kk yang terdampak hanya 25 persen yang mengalami krisis air bersih. “Yang mengalami krisis hanya di Banjar Sari Kuning bagian Selatan dan Sombang Kembang Sari juga kekeringan,” terangnya. Sabtu (28/10/2023).

Ia mengaku, krisis air bersih ini sudah lebih selama 2 minggu. Menurutnya, selama ini air bersih disuplay dari air pegunungan yang dikelola oleh desa dinas dan bantuan sumur bor dari Pemkab Jembrana. “Memang selama ini warga kekurangan air. Selama ini mereka mengambil air di sungai yang tidak bisa dikonsumsi hanya untuk mandi. Kami berterima kasih kepada Polres Jembrana sudah menyulai air bersih kepada warga kami,” ucapnya.

Komit Turunkan Angka Stunting Pj. Ketua TP PKK Bali Ny. drg. Ida Mahendra Jaya Sambangi Tabanan

Sementara Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana dihubungi terpisah mengatakan, pihaknya menyalurkan air bersih ke dua wilayah tersebut sebanyak 1.200 liter yang digunakan sebanyak kurang lebih 150 kk, dimana per banjar mendapatkan 6000 liter air bersih.

“Kami himbau kepada warga yang terdampak krisis air bersih,jangan segan-segan meminta air bersih ke polres dengan melaporkan ke aparat desa atau babinkamtibmas, dan kami dari polres siap membantu warga memenuhi kebutuhan air bersih,” ujarnya.

Dewa Gde mengaku, selama menyalurkan air bersih, lanjut Dewa Gde, ke masyarakat kalau digabungkan bulan ini dengan bulan lalu sudah sebanyak 5 titik untuk Minggu ini baru 1 ada permintaan dari warga. “Jadi kita nanti tetap menghimbau kalau ada permintaan dari warga kita upayakan penuh. Kita tetap berkoordinasi dengan PDAM untuk mengambil sumber air bersih,” terangnya.

Wabup Ipat Buka Festival Pemuda di Jembrana

Lebih jelasnya Dewa Gde mengatakan, pihaknya tetap menyalurkan air bersih secara berkelanjutan kepada wilayah yang sudah mendapatkan air bersih. “Kita akan salurkan lagi, ini sifatnya berkelanjutan selama warga masih membutuhkan air bersih,” jelasnya. Sur

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *