Kunjungan Wisatawan Menurun, Target Retribusi DTW di Bangli Tahun 2025 Buyar

Persindonesia.Com, Bangli – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli gagal merealisasikan target retribusi di lima Daya Tarik Wisata (DTW) tahun 2025. Dimana dari target Rp 58 miliar yang dipasang, terealisasi hanya mencapai Rp 42 miliar atau sekitar 72 persen. Capaian ini bahkan lebih rendah dibandingkan pendapatan tahun 2024.

Kepala Disparbud Bangli I Wayan Dirga Yusa mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan realisasi retribusi jauh dari target. Salah satunya, target yang dipasang dinilai terlalu tinggi.

Baca Juga : Hadiri Pelepasan Kajari Klungkung, Bupati Satria Minta Sinergi Antar Instansi Tetap Terjalin

Targetnya melesat jauh dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp46 miliar. “Kalau realisasi tahun sebelumnya Rp46 miliar, target ideal tahun berikutnya Rp50 miliar,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Selain itu, penurunan jumlah kunjungan wisatawan juga turut memengaruhi pendapatan. Disparbud mencatat, jumlah kunjungan wisatawan sepanjang 2025 mencapai sekitar 1,575 juta orang, turun dibandingkan tahun 2024 yang menembus 1,6 juta kunjungan.

Hanya saja, ia mengaku belum dapat memastikan penyebab pasti penurunan tersebut. “Kunjungan wisatawan masih didominasi wisatawan domestiuk,” ungkapnya.

Diketahui, Pemkab Bangli saat ini mengelola lima DTW, baik yang dikelola langsung maupun melalui kerja sama dengan pihak lain. Kelima DTW tersebut meliputi Kintamani, Desa Wisata Penglipuran, Pura Kehen, Pura Penulisan, dan Desa Wisata Terunyan.

Dari kelima DTW itu, Desa Wisata Penglipuran menjadi penyumbang pendapatan tertinggi dengan realisasi Rp26 miliar dari target Rp29 miliar. Disusul DTW Kintamani yang menyetor Rp 15 miliar, jauh dari target yang dipatok sebesar Rp 28 miliar.

Baca Juga : Langgar Disiplin, Pemkab Bangli Kenakan Sanksi Berat Hingga Pemecatan Bagi ASN dan Non ASN

Retribusi Pura Kehen terealisasi Rp 800 juta dari target Rp 900 juta. Pura Penulisan mencatatkan pendapatan Rp 26 juta atau kurang Rp13 juta dari target. Sementara itu Desa Terunyan berhasil melampaui target, dengan realisasi Rp 94 juta dari target Rp 81 juta.

“Pura Kehen relatif stabil, dan Terunyan kinerjanya bagus, hanya saja nilainya memang masih kecil,” pungkas mantan Kepala Diskominfosan Bangli tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *