TANGERANG SELATAN,Persindonesia.com – Relawan Gerakan Cinta Prabowo (GCP) terus merapatkan barisan pasca-Pilpres 2024. Setelah Jawa Barat, GCP sukses menggelar acara konsolidasi kedua yang bertempat di Sekretariat DPC GCP kota Tangerang Selatan,jl.Pinan Jaya RT.001 RW.018 kelurahan Pamulang Timur,Tangerang Selatan (Tangsel). Acara yang berlangsung hangat ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus pusat, tokoh purnawirawan, hingga perwakilan adat dari berbagai daerah di Indonesia.Minggu (19/07/2026)
Dalam momentum ini, GCP menegaskan komitmennya untuk tetap setia mengawal pemerintahan Prabowo Subianto tanpa syarat, sekaligus bersiap menyelenggarakan agenda berskala nasional dalam waktu dekat.
Apel Akbar Nasional dan Rakernas di Sukabumi
Ketua Umum GCP, H. Kurniawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas semangat para relawan di Banten, khususnya Tangerang Selatan, yang tetap konsisten bergerak secara swadaya.
H. Kurniawan mengumumkan bahwa GCP akan menggelar agenda besar, yaitu Apel Akbar Nasional sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang direncanakan berlangsung pada 25 Agustus 2026 di Sukabumi, Jawa Barat.
“Hari ini saya perintahkan langsung kepada Sekjen Gerakan Cinta Prabowo untuk segera membuat undangan yang insya Allah Pak Prabowo hadir. Acara ini akan dihadiri minimal 1.000 hingga 2.000 perwakilan DPD dari seluruh Indonesia,” ujar H. Kurniawan.
Selain konsolidasi organisasi, H. Kurniawan menegaskan bahwa GCP akan mengambil peran aktif dalam mengawal kebijakan pemerintah, salah satunya dengan memonitor langsung pelaksanaan program strategis nasional.
Monitoring Program MBG: Pengurus DPC dan DPD GCP akan diberikan surat khusus untuk memantau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan.
Melawan Isu Negatif: Apel Akbar nanti juga menjadi jawaban atas isu-isu nasional yang sengaja digulirkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyudutkan pemerintah.

Soroti Turbulensi Ekonomi dan Perang Melawan Oligarki
Sementara itu, Laksamana Pertama (Purn.) Rusmana memberikan pembekalan ideologis mengenai peta tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini, khususnya terkait ancaman oligarki dan mafia ekonomi.
Menurut Rusmana, kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah menciptakan “turbulensi” bagi para oligarki nakal yang selama ini mengeruk keuntungan dari sumber daya alam Indonesia secara ilegal. Salah satu tonggak sejarah yang disoroti adalah pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia pada 20 May 2026 lalu, sebagai implementasi Pasal 33 UUD 1945.
Rusmana memetakan tiga tingkatan (tier) oligarki yang harus diwaspadai bersama:
Tier 1 (Oligarki Lokal & Global): Pihak yang menguasai infrastruktur perizinan, bekerja sama dengan oknum aparat, serta melarikan Devisa Hasil Ekspor (DHE) ke luar negeri.
Tier 2 (Middleman): Kelompok yang memanfaatkan fasilitas negara untuk memanipulasi kebijakan demi kepentingan asing (seperti praktik tukar dompet di keuangan internasional).
Tier 3 (Pion di Lapangan): Oknum-oknum yang dibayar untuk menggiring opini negatif, memfitnah, dan merusak adab kesopanan bangsa demi menjatuhkan pemerintah sah.
Ia juga mengapresiasi langkah tegas pemerintah yang per 1 Juli telah memberlakukan aturan bursa CPO domestik, sehingga harga sawit kini ditentukan di dalam negeri, bukan lagi berkiblat ke Rotterdam atau Malaysia.
Dukungan Penuh dari Indonesia Timur
Semangat persatuan juga disuarakan dari wilayah Indonesia Timur. Panglima Adat Kerajaan Buton (Sulawesi Tenggara), Laode Muhammad Jailani, yang turut hadir menegaskan bahwa daerahnya siap menyumbang aset dan devisa terbesar untuk mendukung kedaulatan bangsa di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Laode memaparkan kekayaan luar biasa yang dimiliki Sulawesi Tenggara, mulai dari komoditas perikanan, kehutanan, hingga sektor mineral murni.
Potensi Aspal Buton yang melegenda.Kandungan Nikel Terbaik di dunia yang saat ini menjadi primadona mineral global.Potensi Emas dan sumber daya manusia yang mumpuni.
“Mudah-mudahan dengan keberkahan serta waktu yang panjang, kita bersama-sama bersatu di Gerakan Cinta Prabowo ini untuk menyumbang devisa terbesar bagi persatuan, kesatuan, dan kedaulatan NKRI,” pungkas Laode.
Sementara Ketua DPC GCP Tangerang Selatan Rahmat Hidayat (Daeng) mengucapkan Terimakasih kepada tamu undangan yang telah hadir .

Aksi Simbolis ‘Kembali ke Desa’ dan Meriahnya Atraksi Debus Serta Simbolis Penyiraman Bibit dan Penyerahan Cindera Mata
Sebagai wujud kehormatan dan apresiasi atas kehadiran para tokoh nasional, DPC GCP Tangerang Selatan selaku tuan rumah menyerahkan cinderamata khusus kepada Ketua Umum H. Kurniawan serta para tamu undangan penting lainnya. Penyerahan ini menjadi simbol soliditas dan keharmonisan hubungan antara pengurus daerah dan pusat.
Selain penyerahan cinderamata, acara ini juga diwarnai dengan prosesi simbolis penyiraman bibit tanaman oleh Ketua Umum GCP bersama para tokoh yang hadir. Aksi ini selaras dengan tema utama konsolidasi, yakni “Gerakan Kembali ke Desa” untuk mendorong kemandirian pangan lokal dari tingkat akar rumput.
Suasana konsolidasi pun kian semarak dan penuh antusiasme berkat penampilan memukau dari Sanggar Seni Budaya Langlang Buana. Kelompok seni lokal ini menyuguhkan atraksi Debus, kesenian bela diri tradisional khas Banten yang menampilkan ketahanan fisik dan kekebalan tubuh. Penampilan yang sarat akan nilai budaya kearifan lokal ini berhasil mencuri perhatian dan mendapat apresiasi langsung dari Ketua Umum GCP.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kelestarian budaya lokal, Ketua Umum GCP H. Kurniawan secara khusus memberikan dana pembinaan sebesar Rp3 juta kepada Sanggar Langlang Buana, sebelum akhirnya acara ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah antar relawan.






