Lurah Keramat Dorong Kegiatan Halalbihalal dan Penutupan Puasa Syawal Jadi Agenda Rutin Tahunan

Lurah Kelurahan Keramat, Jonsory

Pangkalpinang, persindonesia.com —

Kegiatan halalbihalal dan penutupan puasa Syawal 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kelurahan Keramat, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, berlangsung sukses dan penuh kebersamaan, Selasa (7/4/2026) di Kantor Kelurahan Keramat.

Memasuki tahun kedua pelaksanaan, kegiatan ini menunjukkan peningkatan baik dari sisi partisipasi maupun kemeriahan. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah kelurahan dan swadaya masyarakat setempat.

Partisipasi warga terlihat dari keterlibatan seluruh wilayah, di mana 9 RT dan 3 RW di Kelurahan Keramat, masing-masing mengirimkan lebih dari satu dulang berisi aneka hidangan khas Lebaran. Tradisi “nganggung” yang menjadi ciri khas masyarakat pun, turut mewarnai suasana kebersamaan dalam kegiatan tersebut.

Lurah Keramat, Jonsory, menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini digelar lebih besar dibandingkan sebelumnya. Ia menilai antusiasme masyarakat menjadi modal utama, untuk terus mengembangkan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sudah kita laksanakan untuk kedua kalinya dan tahun ini terasa lebih besar. Tradisi nganggung tetap menjadi bagian utama dalam kebersamaan ini,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya berkomitmen menjadikan halalbihalal dan penutupan puasa Syawal, sebagai agenda rutin tahunan sekaligus ikon Kelurahan Keramat. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan semakin meriah setiap tahunnya.

Menurutnya, pengembangan kegiatan tersebut dapat mencontoh sejumlah agenda serupa, di kelurahan lain yang telah lebih dulu dikenal masyarakat, seperti Festival Pasar Mambo di Kelurahan Masjid Jamik serta Festival Kampung Bintang saat perayaan Ceng Beng di Kelurahan Bintang.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pemerintah kecamatan serta partisipasi aktif masyarakat, yang menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan acara. Kebersamaan yang terjalin diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial, sekaligus melestarikan tradisi lokal di tengah masyarakat. (B2N) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *