Mantap! Fasilitas Perpustakaan Jembrana Dianggarkan APBD 2025, Jam Operasinal Telah Diperpanjang

Persindonesia.com Jembrana – Terkait kerusakan fasilitas di Perpustakaan Daerah Jembrana yang sempat viral di media sosial. Pemerintah Kabupaten Jembrana sebelumnya telah bergerak cepat dan sudah menganggarkan perbaikan tersebut di perubahan APBD 2025, bahkan jam buka operasinal Perpustakaan tersebut juga di perpanjang dari Pukul 08.00 Wita sampai 19.00 Wita.

Saat dikonfirmasi Kasubag Perpustakaan Ni Komang Sri Wahyuni mengatakan, terkait keluhan pengunjung Purpustakaan pihaknya bahkan Bupati Jembrana sudah turun tangan begitu mengetahui keluhan pengunjung, terutama terkait pendingin ruangan (AC) yang rusak dan akses internet yang kurang memadai.

“Begitu viral, Bapak Bupati bersama jajaran langsung merespons dan bahkan datang melihat kondisi perpustakaan. Saat itu juga beliau memerintahkan agar perbaikan segera ditindaklanjuti,” ungkapnya, Kamis (28/8/2025).

Bali Tuan Rumah Rakortek Penanggulangan Bencana 2025: Dorong Penguatan Kolaborasi dan Kesiapsiagaan Nasional

Wahyuni menjelaskan, tindak lanjut yang dilakukan pemerintah daerah antara lain dengan mengalokasikan anggaran khusus di APBD 2025. Anggaran tersebut mencakup pengadaan AC baru, komputer, laptop, lampu, hingga penambahan koleksi buku.

“Perinciannya sudah kami serahkan ke bidang keuangan dan sudah masuk rancangan anggaran. Namun, tidak serta merta bisa direalisasikan karena menunggu proses di perubahan APBD 2025,” ujarnya.

Selain fasilitas, Wahyuni menambahkan, Bupati juga memberikan arahan agar pelayanan perpustakaan ditingkatkan. Salah satunya dengan memperpanjang jam operasional dari semula 08.00–15.00 Wita menjadi 08.00–19.00 Wita setiap Senin hingga Jumat.

Persiapan Hampir Setahun, Bangli Target Raih 20 Medali Emas di Porprov Bali 2025

“Bahkan setiap Minggu saat Car Free Day di Taman Pecangakan, pelayanan tetap diberikan melalui mobil perpustakaan keliling,” jelasnya.

Menurut Wahyuni, langkah cepat Bupati bersama jajaran tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam merespons aspirasi masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap layanan perpustakaan. “Sebenarnya pemerintah sudah sangat cepat merespon keluahan dari masyarakat, bahkan terkait jam operasional juga telah diperpanjang,” pungkasnya. Ts

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *