Masuk Zona Kuning PMK, Dinas PKP Bangli Terima Alokasi 24 Ribu Vaksin

Bangli,PersIndonesia.Com- Dengan mulai merebaknya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak, tentunya membuat masyarakat khususnya para peternak di Kabupaten Bangli menjadi khawatir akan dampak penyakit yang mematikan itu.

Saat dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Kadis PKP) Bangli, I Wayan Sarma menyampaikan dengan merebaknya kasus PMK yang ada di Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya di Indonesia saat ini tidak dipungkiri memicu kekhawtiran peternak di Kabupaten Bangli.

Untuk kasus PMK sendiri secara umum dibagi 3 kelompok, yakni hijau, kuning dan merah. “Dan secara umum hingga saat ini Bali termasuk Kabupaten Bangli masuk zona (wilayah) Kuning. Dan kita telah siap-siap juga”, ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (20/1/25).

Baca Juga : Tragedi Longsor di Ubung Kaja, 8 Orang Tertimbun 2 Meninggal

Menurutnya, dari hasil Rakor bersama Provinsi bersama Dirjen Pusat Kesehatan hewan termasuk dengan instansi terkait seperti Unud dan Balai Besar Veteriner pada tanggal (15/1/25) lalu untuk penanganan PMK tidak akan efektif jika dilakukan secara sporadis-soporadis (tersendiri). Yang mana penanganan PMK akan lebih efektif jika dilakukan secara menyeluruh berbasiskan Pulau. Hal ini berkaitan dengan rentannya lintas jalur hewan antara wilayah yang ada dalam satu pulau tersebut.

Semisal kalau di Bangli dengan kemampuan yang maksimal bisa mengatasi PMK secara menyeluruh sementara Kabupaten lain yang ada di Pulau Bali tidak melakukan penanganan secara penuh, maka hal itu tidak akan efektif. “Oleh karena itu dengan penanganan one island one management akan mengefektifkan penanganan PMK”, ucap Kadis PKP.

Sementara terkait ketersedian vaksin, Sarma menyampaikan dalam Rakor saat itu kita menerima alokasi vaksin sebanyak 24.000 dari 53.000 total populasi sapi (43%). Dan yang sudah kita terima sebanyak 2.400 vaksin. Diakunya dari jumlah vaksin yang diterima pihaknya harus bekerja maksimal dengan melibatkan seluruh jajaran. “Hal ini dilakukan untuk menghindari vaksin sebanyak 2.400 expaed (kadaluarsa)”, ungkapnya

Baca Juga : Butik Agung Bali Collection di Jehem Tembuku Dikunjungi Ketua Dekranasda Bali

Disingung terkait target, Sarma mengatakan kita saat ini ada 10 Tim. Dan untuk dibulan Januari ini sesuai hari efekif dari total 2.400 vaksin kita bagi ke masing-masing Tim yang ada dengan target 240 ekor sapi per tim. Kemudian disisa sisa waktu efektif 6-7 hari pada bulan Januari kita target per tim dapat 40 ekor sapi.

Untuk vaksinasi PMK kita sasar sapi-sapi yang sehat dan sapi-sapi baru. Kalau yang terindikasi kena kita upayakan obati (sembuhkan). Sebab vaksin apapun kalau dalam keadaan tidak sehat tidak dianjurkan untuk divaksin.

“Hari ini kita telah melaksanakan vaksin di Desa Serai Kintamani. Kemudian besoknya disusul 2 Desa yang sudah comfom yakni Catur dan Sekaan. Dan kami berharap adanya sinergi masyarakat dan instansi terkait di Desa guna melakukan penanggulangan wabah PMK ini”, tandasnya. (DB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *