Masyarakat Bondowoso Rindu Sosok Dzakiyul Fikri Yang Garang Seperti Dulu

BONDOWOSO, Persindonesia.com. OPINI – 15 November 2023 lalu, masyarakat Bondowoso dikejutkan dengan peristiwa OTT KPK yang menyeret dua oknum pejabat Kejari Bondowoso. tak tanggung-tanggung, Kajari (Puji Triasmoro) dan Kasi Pidsus (Alexander Kristian Dilianto Silaen) terjaring dalam OTT tersebut. Hal ini tentu menjadi warning kondisi darurat di jajaran Korps Adhiyaksa, khususnya di lingkup Kejari Bondowoso.

Selang satu minggu kemudian, tepatnya 23 November 2023, Kajati melantik Dzakiyul Fikri, SH., MH. Sebagai Kajari Bondowoso pengganti Puji Triasmoro. Dalam pelantikannya, Kajati Jatim memberi mandate kepada Kajari Bondowoso agar segera dapat mengembalikan situasi kerja yang dapat memotivasi seluruh jajaran pada Kejari Bondowoso untuk bangkit dan kembali beraktivitas melaksanakan kegiatan penegakan hukum guna memulihkan kepercayaan masyarakat karena merupakan hal yang utama bagaimana kita dapat berupaya mempertahankan kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan. selanjutnya Kajati menyampaikan bahwa intergritas moral sudah sepatutnya dijadikan sebagai standar minimum yang harus dimiliki oleh setiap insan Adhyaksa dimanapun berada. Standar minimum tersebut merupakan karakter dasar yang harus melekat dan dimiliki oleh semua insan Adhyaksa, khususnya di wilayah hukum Kejati Jatim.

Harapan besar ini didukung oleh rekam jejak Dzakiyul Fikri yang terbilang bagus.

Dilansir dari beberapa sumber berita online, Dzakiyul Fikri pernah menjadi Jaksa KPK. Sejumlah kasus besar pun pernah ditanganinya. Tercatat Dzakiyul Fikri pernah menangani kasus Lippo Group, korupsi pengadaan Alat Kesehatan RS Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata (RS PKPIP) Universitas Udayana tahun anggaran 2009. Beliau juga pernah menangani kasus suap sengketa Pilkada Lebak dan Pilgub Banten yang melibatkan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, dan kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Abdurachman.

23 November 2023, giliran kekosongan Kasi Pidsus Kejari Bondowoso diisi. Kajari Bondowoso melantik Dwi Hastaryo, SH., MH. menggantikan Kasi Pidsus sebelumnya yang terjaring OTT KPK.

Dengan formasi lengkap ini, sejak awal tahun 2024 Kejari Bondowoso seakan tancap gas. Amanah berat mengembalikan marwah Korps Adhiyaksa dan memulihkan kepercayaan masyarakat pun dijawab lewat berbagai prestasi.

Tercatat dalam kurun waktu satu tahun Kejari Bondowoso di bawah kepemimpinan Dzakiyul Fikri berhasil menyelesaikan kurang lebih 6 kasus, menetapkan 10 tersangka, mengamankan keuangan Negara sebesar kurang lebih Rp. 5 milyar dan asset sejumlah kurang lebih Rp. 1 milyar.

Prestasi ini tentu sangat membanggakan masyarakat Bondowoso. Kepercayaan publik terhadap korps Adhiyaksa pun berangsur pulih.

Namun sejak awal Mei 2025, Kejari Bondowoso seakan kembali melandai.

Beberapa kasus yang notabene ditunggu penyelesaiannya oleh masyarakat Bondowoso seakan mandeg. Hal ini diperparah dengan dimutasinya Kasi Pidsus (Dwi Hastaryo). Kajari seakan kehilangan rekan dan bawahan yang sejalan dan sepemikiran.

Kini masyarakat pun hanya bisa berharap Dzakiyul Fikri kembali menunjukkan tajinya dalam menyelesaikan deretan kasus di Bondowoso. Support dan dukungan moral mengalir dari berbagai lapisan masyarakat. Intinya masyarakat Bondowoso merindukan sosok Dzakiyul Fikri seperti di awal kedatangannya di Bondowoso.

Harapan masyarakat Bondowoso di pundak Dzakiyul Fikri ini memang terasa begitu berat. Namun kami yakin, dengan bekal pengalamannya beliau mampu mengemban beban berat ini. Amiin… amiin… amiin ya rabbal alamin.

(Geng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *