Persindonesia.com Jembrana – Modus penipuan lewat aplikasi Whatsapp mencoba menipu Ketua Panitia Penggalangan Dana Pura Rambut Sedana Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana dengan mencatut nama Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna. Pelaku mengaku ingin memberikan donasi sebesar Rp 25 juta dan menyertakan slip transfer palsu, namun aksi tersebut berhasil digagalkan setelah korban menyadari sejumlah kejanggalan.
Saat dikonfirmasi, Ketua Panitia Penggalangan Dana Pura Rambut Sedana, I Dewa Sugita, membenarkan aksi penipuan tersebut. Ia menceritakan, Peristiwa bermula dari pesan WhatsApp yang diterima I Dewa Sugita dari nomor tak dikenal. Setelah nomor tersebut disimpan, muncul nama “I Gede Ngurah Patriana Krisna S.T., M.T.” dengan keterangan sebagai Wakil Bupati Jembrana.
“Kejadian ini baru saja saya alami. Setelah menyimpan nomor yang mengirim pesan WhatsApp, saya langsung ditelepon. Nama yang muncul adalah Bapak Wakil I Gede Ngurah Patriana Krisna,” ujarnya, Kamis (24/4).
Dilaporkan Meninggalkan Rumah,Siswi SDN 07 Pegangsaan Berhasil Ditemukan Babinsa Kelapa Gading
Dalam komunikasi tersebut, lanjut Dewam pelaku yang mengaku sebagai Wakil Bupati menyatakan niat untuk memberikan donasi sebesar Rp 25 juta kepada pura dan organisasi terkait, yang disebut akan diberikan setiap lima tahun sekali. “Pelaku kemudian meminta nomor rekening panitia agar dana bisa segera ditransfer melalui sekretarisnya,” terangnya.
Ia mengaku, tak lama berselang, seseorang lain yang mengaku sebagai sekretaris Wakil Bupati dengan nama H. Maulana Ikhsan, S.H., kembali menghubungi Dewa Sugita. Orang tersebut mengaku ditugaskan mentransfer dana dan memastikan keabsahan nomor rekening panitia.

Awalnya, dirinya tidak merasa curiga, terlebih karena slip transfer senilai Rp 25 juta yang dikirim pelaku mencantumkan nama dan data pura dengan benar. Namun, ia mulai merasa janggal karena dana dikirim dari rekening pribadi, bukan dari lembaga resmi pemerintah.
Kasus Dugaan Fitnah di Medsos, 2 Kali WNA Mangkir dari Panggilan Penyidik Polresta Denpasar
“Di sinilah saya mulai curiga. Kok pengirimnya dari rekening pribadi, bukan lembaga. Setelah itu, mereka minta saya mengirimkan bukti transfer ke nomor yang katanya milik Wakil Bupati,” ujarnya.
Kecurigaan Dewa semakin menguat ketika pelaku meminta agar dana yang telah masuk ke rekening panitia dikembalikan, dengan dalih terjadi kesalahan pembagian dana—Rp 15 juta seharusnya untuk pura dan Rp 10 juta untuk panti asuhan.
“Karena bank sudah tutup, saya bilang akan menghubungi langsung Bapak Wakil Bupati. Sejak itu, saya tidak meladeni mereka lagi,” jelasnya.
Seorang Oknum Kasun di Laporkan Atas Tuduhan Pangancaman Ke Mapolres Bondowoso
Lebih jelasnya ia mengatakan, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, ia segera menghubungi pihak bank untuk memastikan keamanan rekening. Pihak bank memastikan bahwa selama tidak ada transaksi keluar, rekening tetap aman.
“Saya sempat percaya karena nama Pak Wakil langsung muncul saat nomor itu saya simpan. Itulah yang membuat saya tidak langsung curiga,” sesalnya.
Menanggapi peristiwa ini, Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat.
Seorang Oknum Kasun di Laporkan istrinya Ke Mapolres Bondowoso
“Saya menghimbau kepada masyarakat Jembrana untuk waspada. Ini modus lama. Sejak awal saya menjabat, penipu selalu berpura-pura mengirim uang lebih, lalu meminta dikembalikan. Pastikan kebenarannya sebelum mengambil tindakan,” tegasnya. TS






