Nekat Nyetop Truk, Satpol PP Jembrana Ringkus Anak Punk di Lampu Merah

Persindonesia.com Jembrana. Kesekian kalinya Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana berhasil mengamankan anak jalanan yang sering dipanggil anak punk. Sebanyak 8 orang anak punk diamankan di kantor yang terdiri dari 6 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Mereka diamankan petugas di lampu merah Taman Makam Pahlawan Kecamatan Negara, Jembrana.

Saat mereka hendak diamankan petugas, mereka berlari berhamburan sampai masuk kedalam Pasar umum negara. Parahnya saat mau diamankan, salah satu dari mereka bahkan menolak dan mengamuk, hingga mengancam bunuh diri. Kedelapan anak punk tersebut sebelumnya menunggu truk yang lewat di lampu merah Taman Pahlawan Negara menuju Denpasar.

Sikapi Toko Modern Berjejaringan, Ini Kata Kasat Pol PP Jembrana

Saat dikonfirmasi Kasat Pol PP Jembrana I Made Leo Agus Jaya mengatakan, karena mengganggu lalu lintas, pihaknya berhasil mengamankan 8 orang anak jalanan yang semua berasal dari Jawa Barat. Salah satu anak punk bernama Ahmad Soleh, 25 tahun, yang berasal dari Cimahi, Jawa Barat saat diamankan petugas mengamuk.

“Awalnya petugas mengangkut dengan sepeda motor, akan tetapi ia menolak dan turun dari motor, sehingga diangkut dengn kendaraan akan tetapi ia tetap menolak, ya terpaksa kami paksa naik kendaraan sampai di kantor,” terangnya. Rabu (26/7/2023).

Desember Berlaga di Singapura, SMAN 19 Kabupaten Tangerang Juara Albirex Southeast Asian Cup

Menurutnya, kedelapan anak punk tersebut tidak dilengkapi dengan kartu identitas diri, parahnya mereka juga datang ke Bali tanpa biaya, hanya mengandalkan menumpang di truk secara estapet selama perjalanan. “Mereka mengaku ma uke Denpasar, katanya ada temannya di Denpasar,” jelasnya.

Karena ke Bali tidak membawa bekal, lanjut Leo, pihaknya mengambil langkah akan memulangkan mereka semua ke daerah asalnya. “Kami akan mengembalikannya karena mereka tidak membawa identitas dan bekal untuk ongkos,” ucapnya.

Wagub Bali Cok Ace Dukung Akselerasi Penanggulangan Kemiskinan Libatkan Desa Adat

Leo menambahkan, mereka menghentikan truk di tengah jalan secara estapet, saat di lampu merah mereka nekat naik ke truk, hal tersebut sangat mengganggu pengguna jalan raya. “Mereka sengaja diam di lampu merah, saat truk tersebut berhenti, mereka dian-diam naik ke truk,” ucapnya. Sur

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *