Persindonesia.com Jembrana – Terkait adanya anggota dewan yang mempunyai kios/los di Pasar Umum Negara, hal tersebut dibenarkan oleh Haji Muhamad Yunus yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Jembrana dari Fraksi PKB dan juga sebagai pedagang. Adanya informasi revitalisasi Pasar Umum Negara, berawal dari para pedagang mendatangi rumahnya bahwa pasar akan di revitalisasi oleh Pemkab Jembrana.
Hal tersebut diutarakan oleh Haji Muhamad Yunus saat rapat dengar pendapat dengan Peguyuban pedagang Pasar Umum Negara bersama Pemkab Jembrana yang dimediasi oleh DPRD Jembrana Komisi I, II, III. Dirinya merasa tidak dilibatkan dalam proses perumusan revitalisasi pasar oleh Pemkab Jembrana, hanya 2 kali pernah diajak berdialog oleh Bupati Jembrana di rumah jabatan bupati.
Astaga! Getol Nolak Revitalisasi, Pedagang dan Oknum Dewan Diduga Banyak Punya Los
“Bukan karena punya kios banyak, itu tidak, saya punya kios ya, lebih dari 1 ya. Satu diberikan oleh orang tua dengan harga Rp. 175 juta rupiah, kemudian saya beli yang punya teman karena bangkrut dengan harga Rp. 85 juta. Itu ditawarkan 2 ruko diserahkan tidak ada yang beli dan akhirnya saya yang beli dengan harag Rp. 65 juta 2 kios,” terangnya. Senin (26/6/2023)
Menurutnya tidak ada penguasaan kios di Pasar Umum Negara, pedagang yang punya lebih mereka beli. “Itu kita beli dan pemerintah diuntungkan dengan distribusi kiosnya laku. Di jaman tahun 80 an menurut orang tua saya, di pasar itu kosong tidak ada kios, kemudian dibangunkan oleh pemerintah, setelah itu saya seharga Rp. 5 juta rupiah per kios,” jelasnya.
Diduga Akibat Kosleting,Bus HALMAHERA Trayek Bangkinang-Medan Hangus Terbakar
Disinggung terkait relokasi yang disediakan di areal parkir Pemkab Jembrana, H. Yunus mengaku tidak setuju, hanya akan pokus di Pasar Ijogading. “Di Ijogading itu tidak perlu ditata lagi, tempatnya sudah pas, baik di dalam maupun diluar. Saya tidak apa dikasi diluar (areal parkir) dan ukuran kios dikasi 2X3 pun tidak apa, ini hanya sifatnya sementara,” ujarnya.






