Persindonesia.com Jembrana – Pembangunan senderan di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, terkendala ombak besar di siang hari. Hal ini menyebabkan pengerjaan proyek difokuskan pada sore atau malam hari ketika air laut surut.
Proyek senilai Rp18,3 miliar ini ditargetkan selesai dalam 240 hari kalender. Tahap awal pembangunan revetment sepanjang 770 meter dikerjakan oleh Indopenta Beton, KSO. Pantauan media, terlihat hanya beberapa pekerja dan satu dari tiga alat berat yang beroperasi di lokasi.
Aktor Fendy Pradana Apresiasi Kinerja dan Pelayanan BPN Kota Depok
Menurut penuturan salah satu pekerja, pengerjaaan senderan dialihkan pada sore hari. “Ombaknya besar, jadi kita kerja lebih banyak sore sampai malam hari. Kalau sore air mulai surut,” ujarnya. Rabu (25/6/2024)
Kepala Dinas PUPRPKP Jembrana, I Wayan Sudiarta, menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan untuk melindungi rumah warga dari abrasi yang kian parah. Empat rumah warga terdampak dan harus dibongkar untuk kelancaran proyek.
Puluhan Kendaraan Terjaring Operasi Gabungan di Gilimanuk
Sudiarta meminta masyarakat, terutama warga terdampak, untuk ikut mengawasi jalannya proyek dan menyampaikan jika ada hal yang tidak sesuai dengan harapan.
“Jika berjalan sesuai rencana, kemungkinan proyek revetment ini akan berlanjut atau dilaksanakan secara bertahap hingga tuntas,” pungkasnya. Dar






