Persindonesia.com Jembrana. Sebelum dilakukan sosialisasi, menurut informasi yang berkembang rencana revitalisasi pasar Umum Negara mendapatkan penolakan dari beberapa pedagang, mereka khawatir setelah pasar baru dibangun dan bertingkat, dagangannya menjadi sepi pengunjung. Dilain sisi bangunan Pasar Umum Negara yang dibangun pada tahun 1955 dinilai sudah wajar di revitalisasi agar lebih tertata bersih dan nyaman dikunjungi.
Agar tidak seperti pasar lainnya, baru di bangun sepi pengunjung, menurut informasi, revitalisasi Pasar Umum Negara nantinya akan berbeda seperti pasar lainnya yang ada di Jembrana maupun luar Jembrana. Kedepan pedagang pasar akan ditata kembali agar tertib, bersih, aman dan tentram di kunjungi baik masyarakat lokasl maupun wisatawan.
Dari berbagai penolakan dari beberapa pedagang, berbeda jauh dengan para pengunjung pasar, mereka mendukung penuh rencana revitalisasi tersebut, yang dinilai pasar nantinya akan terlihat bersih, tertata dan aman sehingga nyaman dikunjungi.
Wagub Cok Ace dan Wakil Dubes Inggris Bahas Kerjasama antara Bali dan Inggris
Salah satu pengunjung bernama buk Oja asal Kelurahan Baler Bale Agung mengatakan, dirinya setuju jika Pasar Umum Negara di revitalisasi agar pedagang lebih tertata dan lebh bersih. “Saya setuju pasar dirubah dibangun yang lebih bagus lagi agar tidak megaburan (sembraut) seperti sekarang, apalagi pasarnya sangat kotor tidak nyaman berbelanja,” ujarnya. Selasa (7/2/2023).
Sama halnya dengan salah satu warga Sumiati asal Desa Yehsumbul yag habis belanja di pasar mengatakan, dirinya jarang belanja ke Pasar Negara lantaran keadaan sangat kumuh dan tidak tertata, antara pedagang ikan dan makanan tercampur sehingga terkesan jorok.
“Saya sangat mendukung pasar ini di benerin atau dirubah sehingga nyaman dikunjungi, tidak seperti sekarang sangat sembraut dan kotor, keadaannya sangat jorok dan pedagang juga tidak tertata rapi. kalau nanti sudah tertata rapi dan dikelompokan, saya rasa enak nanti dikunjungi,” terangnya.
Ny. Putri Suastini Koster Dialog Interaktif Pembangunan Lingkungan Hijau Indah dan Bersih
Sebelumnya Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat dikonfirmasi awak media mengatakan, alasan revitalisasi pasar bukan merupakan keingnan dirinya sebagai Bupati melainkan pertimbangan kepentingan Jembrana, kepentingan masyarakat Jembrana. “Ini bukan kepentingan saya sebagai bupati melainkan untuk kepentingan masyarakat Jembrana,” jelasnya. Senin (6/2)
Untuk hal kedua, lanjut Tamba, keuangan daerah, tidak memiliki cukup anggaran, apalagi besarannya 160 Miliar untuk namanya penataan pasar. “Dana revit sebesar itu, murni melalui dana pusat. Nah kalau tidak sekarang kesempatannya, mau kapan lagi. Pendapatan daerah, yang dimiliki jauh, tidak sebesar itu, makanya kalau tidak diterima, bantuan pusat itu, dirasa peluang untuk mempunyai pasar yang lebih tertata, akan hilang,” tegasnya.
menurutnya, Pasar Umum Negara sudah layak untuk di revitalisasi lantaran bangunanya sudah lama dan kondisi bangunannya juga sudah lawas. “Belum lagi kondisi didalam orang belanja berdesakan bercampur aduk antara pedagang dan pembeli, dan belum lagi soal kebersihanya mengesankan pasar campur baur, hal ini tentu sudah sangat relevan untuk dilakukan tata penataan, menjadikan pasar semi modern,” ungkapnya.
Tahun 2024, Jembrana Fokuskan Penanganan Infrastruktur
Tamba menerangkan, Pasar Umum Negara nantinya juga penataannya menjad pasar ikonik, tempat pedagang dibangun serapi mungkin dan juga fasilitas pedagang juga disediakan. “Nanti semua disediakan selayaknya pasar kekinian, tidak berdesakan, fasilitas parkir, gudang, semua bakal dilengkapi termasuk fasilitas untuk kunjungan wisatawan untuk menyambut Jembrana Emas 2026,” tandasnya,
lebih jelasnya ia mengatakan, mengingat jalan tol akan dibangun banyak wisatawan akan datang ke Jembrana. untuk menyiapkan hal tersebut, menurutnya perlu untuk menyiapkan tempat yang nyaman terutama pasar agar memadai layaknya pasar tradisional yang bersih, tertata dan nyaman dikunjungi. “Kita siapkan tempat yang nyam untuk para pedagang dagang sayur, buah, ikan, ditempat khusus, demikian pedagang kuliner, kerajinan UMKM serta pakaian tersentral ditempat yang memadai,” katanya.
Tamba menambahkan, selain itu,Pasar Umum Negara juga nantnya siap menyediakan bahan pokok untuk pekerja di Pelabuhan Pengambengan yang rencananya akan menjadi Pelabuhan perikanan Interternasional. “Banyaknya kpal nantinya berlabuh disana. Setiap kapal akan membawa banyak ABK, ribuan orang akan beraktifitas disana, nanti pasar ini menjadi tempat mereka mencari segala kebutuhan, untuk itu yang harus disiapkan adalah menata pasar yang representative. Kajian DED serta gambar, sedang diproses, tunggu berjalan segera,” tutupnya. Vlo






