Persindonesia.Com,Bangli – Pemasaran sapi di Bali, termasuk di Pasar Hewan Kayuambua, Desa Tiga, Kecamtan Susut , Kabupaten Bangli belakangan ini melesu. Hal ini berimbas pada pendapatan pasar Hewan Kayuambua mengalami penurunan dratis (anjlok) hingga Rp 20 juta. Hal ini diungkapkan Kepala Pasar Hewan Kayuambua I Nengah Degdeg, Senin (23/03/2026).
Kata Degdeg, aktifitas pasar hewan belakangan ini sangat sepi, khususnya penjualan sapi potong. Yang mana, biasanya jelang hari Raya Lebaran aktifitas menunjukan kenaikan, namun tahun ini sangat sepi.
Baca Juga : Perkuat Pengelolaan Pasar Rakyat, Pemkab Bangli Gandeng PT. BMB
Diperikirakan sepinya aktifitas penimbangan sapi di pasar hewan, selain lantaran permintaan sapi potong turun, juga diakibatkan lantaran para saudagar sudah membawa langsung timbangan.
“Kondisi pasar sangat sangat sepi,”ucap I Nengah Degdeg sembari menghela nafas panjang.
Lanjut kata Dedeg, penurunan pendapatan sangat terasa, bila dibandingkan dengan tahun 2024. Yang mana, tahun 2024 pendapatan bisa mencapai Rp 300 juta. Sementara tahun 2025 hingga Triwulan I 2026 mengalami penurunan sekitar Rp 20 juta.
“Kita tidak bisa capai target, sementara tahun 2026 dirinya dibebankan target sekitar Rp 500 juta, dan hal ini kemungkinan tidak bisa tercapai,” ungkapnya.
Disinggung untuk penpadatan pasar hewan, kata dia, bersumber dari sewa timbangan dan karcis masuk. Dengan sepinya penjualan sapi potong yang masuk pasar, kini pihaknya hanya bertumpu pada karcis masuk penjualan sapi bibit.
“Kalau pemasaran sapi bibit di pasar masih mendingan, ketimbang sapi potong,” kata Dedeg.
Baca Juga : Pohon Pinus Tumbang di Kawasan Hutan Suter Sempat Ganggu Arus Lalin
Menurutnya, mengenai fasiliats pasar masih berrjalan baik. Untuk timbangan, elektrik yang jumlahnya ada dua sempat alami kerusakan, namun telah diperbaiki oleh rekanan Dinas PKP Bangli.
“Kita harap jelang idul adha nanti pemasaran sapi bisa naik, sehingga sewa timbangan kita juga meningkat,”harap Degdeg dengan nada pesimis. (*)






