Persindonesia.com Jembrana – Polres Jembrana memprediksi peningkatan volume kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk saat arus mudik dan balik Nataru. Untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan, Polres telah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk menyediakan kantong parkir.
Saat dikonfirmasi, Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, mengatakan, pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan untuk memastikan pengamanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) berjalan lancar. Pemetaan ini mencakup potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta keselamatan lalu lintas (kamseltibcarlantas).
“Beberapa kali tim dari Mabes Polri telah turun langsung untuk mengecek titik-titik kerawanan yang ada,” ungkapnya, Jumat (06/12/2024).
Guide dan Turis Antusias Bertemu Gubernur Bali Wayan Koster, Doakan Sukses Pimpin Bali
Di Kabupaten Jembrana, Pelabuhan Gilimanuk menjadi salah satu fokus utama pengamanan, terutama saat arus balik usai libur Nataru. “Saat keberangkatan keluar Bali, kerawanan lebih banyak terjadi di Pelabuhan Ketapang, sedangkan di Gilimanuk kami antisipasi saat arus balik,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Endang, jalan lintas Gilimanuk hingga Pekutatan juga menjadi perhatian karena rawan kecelakaan lalu lintas. “Kami akan memperkuat pengawasan di sepanjang jalur tersebut,” ucapnya.
Terkait gangguan kamtibmas, Endang mengapresiasi penurunan jumlah kejadian sepanjang Januari hingga November 2023 dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami berharap masyarakat terus mendukung langkah preventif yang kami lakukan,” tambahnya.
Astaga! Tahanan Polsek Sekupang Tewas Gantung Diri di Sel Kejari Batam
Soal pembatasan angkutan barang selama Nataru, Endang juga mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pusat. “Kemungkinan akan sama seperti tahun sebelumnya. Jika ada pembatasan, kami siapkan langkah antisipasi, termasuk menyediakan kantong parkir untuk mengurai kemacetan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti penggunaan petasan dan kembang api yang sering menjadi perhatian saat perayaan tahun baru. “Kami akan memetakan lokasi rawan dan memberikan himbauan langsung. Pedagang juga akan diawasi agar kembang api yang dijual sesuai aturan dan tidak membahayakan masyarakat,” tegasnya. TS






