Pemkab Bondowoso Bakal Memperoleh Penghargaan “KI Awards” Tahun 2025, Kontradiksi Yang Menggelikan

BONDOWOSO, Persindonesia.com – Bupati Bondowoso dijadwalkan menghadiri udangan dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur pada Sabtu 29 November 2025. Agendanya adalah malam anugerah keterbukaan informasi publik “KI Awards” tahun 2025. Bondowoso sendiri disebut sebagai salah satu penerima penghargaan dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur selaku penyelenggara.

Warga masyarakat Bondowoso sebenarnya patut berbangga hati atas penghargaan itu. Ditengah era sulitnya mengakses informasi yang “jujur” dari lembaga pemerintah, Kabupaten Bondowoso justru memperoleh penghargaan keterbukaan informasi. Itu artinya Bondowoso sudah bisa menerapkan prinsip transparansi dalam tata kelola pemerintahan.

Faktanya?

Aktivis muda Bondowoso Ageng Yuli Saputra menuturkan kepada awak media, bahwa dirinya sudah pernah 3 kali berkirim surat perihal permintaan data anggaran OPD di lingkungan Pemkab Bondowoso. Hasilnya nol besar. Namun tak satupun dari suratnya tersebut dibalas. Alih-alih keterbukaan informasi publik, sekedar penjelasan atas diabaikannya permintaan datanya pun tidak pernah dilakukan.

“Pada 8 April 2025, saya berkirim surat perihal permintaan data anggaran OPD (Bag. Umum, Dinas Pendidikan, Satpol PP, Diskoperindag, dan Dinas Peternakan) tahun anggaran 2023 dan 2024. Kemudian pada tanggal 7 Mei saya juga pernah bersurat perihal permintaan data DPA Inspektorat tahun anggaran 2022 s/d 2024. Hasilnya tak satupun permintaan saya direspon, bahkan sampai detik ini” ungkapnya.

Dia lantas menambahkan “Anehnya, indikasi keseragaman pola pikir ini juga terjadi di pemerintahan desa. Pada tanggal 26 Mei saya pernah bersurat perihal permintaan data anggaran DD/ADD Desa Sumber Anom tahun anggaran 2018 s/d 2023, yang nasibnya setali tiga uang”.

Maka menjadi aneh jika kemudian Pemkab Bondowoso justru memperoleh penghargaan Keterbukaan Informasi Publik “KI Awards”, atau apapun namanya.

Ini membuktikan bahwa banyak penghargaan yang diterima suatu instansi pemerintah tidak berbanding lurus dengan kondisi riil di lapangan. Penghargaan ini nyaris hanya merupakan seremoni semu belaka, tanpa isi. Maka taka da yang patut dibanggakan, apalagi kemudian diikuti dengan menjamurnya status whatsapp para pejabat yang berbondong-bondong memberi ucapan selamat. Disertai dengan foto bupati yang terpampang dengan bangganya.

Semoga saja penghargaan yang akan diterima oleh Pemkab Bondowoso ini membawa berkah. Memberikan pencerahan kepada para pejabat agar lebih terbuka kepada Masyarakat. Karena uang yang mereka kelola selama ini Adalah uang rakyat, bukan uang pribadi atau pemberian dari langit. Jika memang dikelola dengan benar, untuk apa ditutup-tutupi. Tentu logika sederhana itu mudah dipahami bukan???

(Nusul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *