Persindonesia.com, Bangli – Pelinggih Meru tumpang tiga (3) di Pura Puseh Banjar Jayamurti, Desa Kintamani, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli terbakar. Peristiwa kebakaran diketahui terjadi pada hari Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 08.30 WITA. Kebakaran Meru tumpang tiga milik Desa Adat Kintamani tersebut sontak membuat masyarakat geger.
Berdasarkan informasi yang terhimpun kebakaran diketahui pertama kali oleh saksi bernama I Wayan Adi Darma saat memberi makan ayam di kandang yang bersebelahan dengan Pura Puseh sekira pukul 07.30 WITA sempat mendengar suara ledakan kembang api. Dan berselang 1 jam setelah suara ledakan saksi tiba-tiba melihat sebelah selatan meru tumpang tiga sudah berasap.
Baca Juga : Kebakaran Ludeskan Kandang Ayam Warga Sama Tembuku, Pemilik Merugi Hingga 1,5 Milyar
Melihat adanya kepulan asap tersebut, kemudian I Wayan Adi Darma bergegas menyampaikan ke warga sekitar dan melaporkan ke Kantor Desa Kintamani. Setelah menerima laporan Perangkat Desa Kintamani langsung menuju ke lokasi kebakaran dan mendapati pelinggih Meru yang atapnya dari ijuk sudah hangus terbakar dan keluar asap.
Selanjutnya Perangkat Desa langsung menghubungi Polsek Kintamani dan Damkar Bangli serta turut berupaya memadamkan api bersama warga dengan alat seadanya sebelum akhirnya pukul 09.41 Wita Damkar Bangli tiba di lokasi kebakaran.
Dan sekitar pukul 10.23 Wita dengan dibantu warga dan Polsek Kintamani, Damkar Bangli berhasil melakukan pemadaman api yang membakar Pelinggih Meru Tumpang Tiga tersebut.
Baca Juga : Bencana Bangli Tahun 2025 Telan 4 Korban Jiwa dan Kerusakan Bangunan Capai 10,3 Milyar Lebih
Kapolsek Kintamani, Kompol Made Dwi Puja Rimbawa saat dikonfirmasi mengatakan dalam peristiwa terbakarnya meru tumpang tiga tersebut nihil korban jiwa. Akibat kebakaran yang terjadi Desa Adat Kintamani mengalami kerugian kurang lebih sekitar Rp 400 juta.
“Kuat dugaan kebakaran pelinggih meru tumpang tiga akibat adanya kelalian warga yang menyalakan kembang api. Dan saat ini Unit Reskrim Polsek Kintamani tengah melakukan pendalaman”, ujarnya.
Sementara Kalaksa BPBD dan Damkar Bangli, I Wayan Wardana mengatakan dalam upaya pemadaman pihaknya menerjunkan 9 orang anggota dipimpin langsung Kabid Damkar dengan membawa 2 unit mobil BW dan 1 unit mobil Suplay. “Upaya penanganan oleh petugas berlangsung selama hampir 2 jam 30 menit”, pungkasnya. (*)






