Pertama Kalinya, Kolaborasi BKSDA dan Bali Zoo, 12 Rusa Timor Dilepasliarkan di TNBB

Persindonesia.com Buleleng – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali bersama Bali Zoo melepasliarkan 12 ekor Rusa Timor (Rusa timorensis) di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), tepatnya di area Plataran L’Harmonie, Kabupaten Buleleng, Rabu (6/8).

Pelepasliaran yang menjadi yang pertama kalinya dilakukan di Bali ini disaksikan oleh perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Balai TNBB, hingga unsur Forkopimda termasuk Kapolres Buleleng.

Sebanyak 12 ekor Rusa Timor yang dilepas terdiri dari enam jantan dan enam betina, dengan rentang usia antara empat bulan hingga tujuh tahun. Kepala Subdirektorat Pengawetan Jenis Spesies dan Genetik KLHK, Budi Mulyanto mengatakan, Rusa Timor merupakan satwa endemik yang habitat alaminya tersebar di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Meski di Papua juga terdapat populasi rusa Timor, itu bukan satwa endemik Papua. Diduga dibawa masuk pada masa kolonial Belanda sebagai sumber pangan dan koleksi. Karena statusnya bukan satwa asli Papua, pemanfaatannya diberikan melalui kuota berburu yang ditetapkan berdasarkan populasi dan rekomendasi dari pihak berwenang,” jelasnya.

Kehilangan Hak Rp 900 Juta karena Gagal Bayar Cicilan, Konsumen Gugat Developer Citraland

Ia menambahkan, di luar Papua, Rusa Timor masih berstatus sebagai satwa dilindungi. “Saya berharap, dengan dilepasnya 12 rusa ini, semua pihak ikut berkontribusi menjaga dan melestarikan keberadaannya,” imbuhnya.

Sementara Kepala Balai TNBB, Nuryadi, menuturkan, sebelum dilepasliarkan, rusa-rusa tersebut telah melalui proses habituasi atau adaptasi lingkungan yang dilakukan sejak awal Juli 2025. Evaluasi kesehatan, perilaku, hingga ketersediaan pakan alami di kawasan konservasi menjadi syarat utama sebelum pelepasan dilakukan.

“Tujuan utamanya adalah memastikan satwa memiliki kemampuan bertahan hidup secara alami setelah dilepas. Setelah ini kami akan melakukan pemantauan intensif melalui 33 petugas yang terbagi dalam tiga seksi,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, tantangan terbesar dalam konservasi bukan datang dari predator alami, melainkan dari ancaman manusia. “Perburuan liar menjadi ancaman utama. Kami memiliki 20 petugas pengamanan di lapangan, dan bekerja sama dengan kepolisian serta forkopimda untuk pengawasan di area seluas 19.000 hektar di luar kawasan inti TNBB,” tegasnya.

DPRD Badung Sahkan Tiga Ranperda Strategis dalam Rapat Paripurna

Head of Public Relations Bali Zoo Emma Chandra mengatakan, 12 rusa yang dilepas merupakan hasil penangkaran di lembaga mereka. Saat ini, Bali Zoo memiliki 70 ekor Rusa Timor yang berkembang biak dengan baik.

“Dengan populasi yang cukup tinggi, kami bekerja sama dengan BKSDA untuk mendukung restocking dan penguatan populasi di habitat alami. Ini bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem,” ujarnya.

Selain Rusa Timor, pihaknya juga telah berkontribusi dalam pelepasliaran satwa lainnya seperti Owa Jawa dan landak pada tahun-tahun sebelumnya. “Ke depan, kami berkomitmen memperluas kerja sama dengan lembaga-lembaga konservasi untuk mendukung pelestarian satwa liar Indonesia,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menyebut pelepasliaran ini sebagai momentum penting dalam menginspirasi kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian spesies.

Polres Bojonegoro Ungkap Sindikat Pencurian Rel Kereta, Enam Pelaku Masih Buron

“Konservasi tidak hanya soal perlindungan formal, tetapi juga soal edukasi dan aksi kolektif. Ini bentuk kolaborasi nyata dalam upaya menjaga warisan keanekaragaman hayati kita,” ujarnya.

Dalam hal pengamanan, Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, juga menyatakan dukungannya terhadap upaya pelestarian satwa di Bali Barat. Pihaknya, kata dia, telah beberapa kali menangkap pelaku perburuan rusa secara ilegal, termasuk penangkapan DPO perburuan liar di wilayah Banyuwangi pada 2024 lalu.

“Polres Buleleng berkomitmen untuk terus berpatroli dan menjaga kawasan konservasi bersama TNBB dan pihak terkait lainnya,” tegasnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *