Persindonesia.com – Denpasar, Penjabat Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, menyatakan sependapat dengan Paiketan Krama Bali terkait kompleksitas permasalahan yang dihadapi Pulau Dewata. Masalah parahyangan (spiritual), pawongan (sosial), dan palemahan (lingkungan) dinilai memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.
Hal tersebut disampaikan dalam audiensi Paiketan Krama Bali yang berlangsung pada Selasa, 7 Januari 2025. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mahendra Jaya juga menyatakan kesediaannya untuk membuka Mahasabha II Paiketan Krama Bali yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Januari 2024 di Kampus IPB Internasional.
Audiensi dihadiri oleh sepuluh perwakilan Paiketan Krama Bali, termasuk tokoh-tokoh penting seperti Ida Rsi Wisesanata (Koordinator Pembina Umum), Gusti Kade Sutawa (Pembina Umum), Turah Putra Darmanuraga (Penasihat), Jondra (Ketua Umum), Kadek Sumerta (Bendahara Umum), dan W G Mardika (Ketua Panitia Mahasabha). Hadir pula Laksmi (Ketua Departemen Kesehatan), A A Trisna (Sekretaris Panitia), Guru Dharma (Ketua I), dan Nyoman Merta (Direktur Eksekutif).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Paiketan Krama Bali, I Wayan Jondra, menjelaskan bahwa organisasi ini terdiri dari tokoh-tokoh Bali dari berbagai latar belakang disiplin ilmu dan profesi, termasuk para pandita. Jondra menegaskan bahwa kritik yang disampaikan Paiketan bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah, melainkan bentuk cinta dan tanggung jawab terhadap Bali.
“Paiketan Krama Bali berperan aktif dalam membantu menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat, termasuk kemiskinan ekstrem. Kami ingin memastikan Bali tetap terjaga dalam segala aspek,” ujar Jondra.
Dalam audiensi tersebut, perwakilan Paiketan menyampaikan berbagai permasalahan yang tengah dihadapi masyarakat Bali. Di antaranya adalah isu agama, etika, politik, peredaran miras, degradasi spiritual, pergeseran nilai budaya, alih fungsi lahan, dan semakin banyaknya pekerja kasar dari luar Bali. Selain itu, mereka juga menyoroti permasalahan pelayanan kesehatan, pendidikan, kemiskinan, serta keamanan dan ketertiban.
Anjing Liar Gigit IRT di Pengajaran Kaler Ternyata Positif Rabies
Menanggapi hal ini, Penjabat Gubernur Bali mengakui bahwa pemerintah telah berupaya menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut, namun keterbatasan sumber daya menjadi kendala.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami mengapresiasi kontribusi Paiketan Krama Bali dan berharap sinergi ini terus berlanjut untuk meminimalisir berbagai tantangan yang ada,” ujar Mahendra Jaya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya Bali yang bernafaskan Hindu, Gubernur Mahendra Jaya menyerahkan kitab Catur Weda kepada perwakilan Paiketan Krama Bali. “Budaya Bali yang berakar dari pertanian dan bernafaskan Hindu adalah warisan yang harus kita jaga bersama,” tutupnya. As






