Persindonesia.com Denpasar – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Made Rentin, melaporkan sejumlah kejadian bencana alam yang terjadi dalam 24 jam terakhir hingga Sabtu, 11 Januari 2025 pukul 18.00 WITA. Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Provinsi Bali bersama BPBD Kabupaten/Kota se-Bali, berikut rangkuman kejadian tersebut:
Hujan yang mengguyur Pulau Bali akhir-akhir ini menyebabkan berbagai kejadia terjadi di seluruh Bali, mulai dari pohon tumbang, banjir dan lain sebagainya. Akan tetapi dalam kejadian tersebut yang di data per 11 Januari 2025 tidak ada korbanjiwa dalan kejadian tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Made Rentin mengatakan, sejumlah kejadian bencana alam yang terjadi dalam 24 jam terakhir hingga Sabtu, 11 Januari 2025 pukul 18.00 wita.
Menyongsong Bali Era Baru, Visi Strategis Wayan Koster untuk 100 Tahun Ke Depan
“Pohon tumbang terjadi di Kabupaten Karangasem, disana terdapat di empat lokasi. Kejadian tersebut tidak ditemukan korban jiwa, dan juga tidak ada laporan mengenai nilai kerugian yang ditimbulkan,” terangnya.
Sementara, lanjut Retin, kejadian dahan pohon patah terjadi di Kabupaten Tabanan dengan nilai kerugian dilaporkan mencapai Rp 100 juta. Tidak ada korban jiwa maupun luka. “Untuk banjir terjadi di dua lokasi di Kota Denpasar. peristiwa ini juga tidak menyebabkan korban jiwa maupun luka, serta tidak ada laporan nilai kerugian yang dilaporkan,” ucapnya.
Retin mengaku, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Badung telah mengeluarkan peringatan dini cuaca dan iklim untuk Dasarian I Januari 2025. Dalam peringatan tersebut disebutkan bahwa Bali telah memasuki musim hujan. “Warga juga dihimbau untuk waspada terhadap curah hujan tinggi yang dapat memicu kejadian pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor,” himbaunya.
Pj. Gubernur Bali Dorong Penguatan Identitas Budaya dalam Mahasabha II Paiketan Krama Bali
Seiring meningkatnya frekuensi kejadian bencana, pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Langkah ini penting untuk mewujudkan Bali sebagai daerah yang tangguh bencana. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memastikan lingkungan sekitar tetap aman, khususnya dalam menghadapi musim hujan,” imbuhnya. Krg






