PPDB 2024-2025 Disdikpora Klungkung Perketat Jalur Zonasi dan Tiadakan Calistung

Klungkung,PersIndonesia.Com- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Klungkung dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan memperketat jalur zonasi pada tahun ajaran baru 2024-2025.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi adanya manipulasi data dari orang tua anak didik yang ingin menyekolahkan anak mereka di luar zonasi yang ditentukan.

Baca Juga: Usai Dilantik 20 PPK se Kabupaten Klungkung Langsung Jalani Bimtek

Saat dikonfirmasi Kepala Dinas (Kadis) Dikpora Klungkung, I Ketut Sujana, menyampaikan untuk proses PPDB tahun ini tidak banyak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dan untuk penerimaan siswa di tingkat SMP dilakukan melalui 4 jalur yaitu; zonasi, kurang mampu, perpindahan tugas orang tua, dan prestasi.

Untuk penerimaan jalur zonasi tetap mendapatkan porsi terbesar, sementara jalur kurang mampu dijatah 10 persen, perpindahan tugas orang tua 10 persen, dan jalur prestasi 5 persen.

Dimana jalur zonasi dirancang untuk memastikan siswa mendapatkan sekolah terdekat dari tempat tinggal mereka. Dan untuk mencegah manipulasi, persyaratan administrasi diperketat, salah satunya adalah alamat di kartu keluarga (KK) yang harus sesuai dan telah dibuat minimal 1 tahun sebelumnya.

“Sudah ada Perbup, tidak ada lagi tinggal sementara. Harus KK dihitung setahun sebelumnya. Sesuai dengan jumlah bulannya tidak hanya beda tahun,” jelasnya, Kamis (16/5)

Baca Juga: Warga Keluhkan Pengerjaan Rabat Beton Desa Babakan Kecamatan Kramat Tegal

Lebih lanjut disampaikan untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), PPDB tetap menggunakan jalur zonasi tanpa jalur prestasi, mengingat prestasi di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) tidak diwajibkan.

Selain itu, Disdikpora melarang sekolah dasar mengadakan tes baca, tulis, dan hitung (calistung) bagi calon siswa. Kebijakan ini juga berlaku untuk tingkat TK. Tidak boleh ada calistung, tidak boleh ada tes-tesan. Anak-anak harus senang bahagia mengikuti Kurikulum Merdeka Belajar.

“Sehingga semua anak didik bisa menikmati sekolah dengan bahagia. Jangan sampai ada tekanan, apalagi tes itu susah,” tegas Sujana.

Baca Juga: Hari Kedua Pencarian Orang Hilang, Tim SAR Brimob Sulsel dan Basarnas Tingkatkan Upaya

Dirinya berharap, semua anak usia sekolah di Klungkung bisa mendaftar dan diterima di sekolah. Pihaknya juga menekankan pentingnya kemudahan akses sekolah, terutama di daerah seperti Nusa Penida, di mana jarak antara rumah dan sekolah bisa mencapai 7 kilometer.

“Sudah sangat bersyukur anak-anak mau mendaftar dan bersekolah. Itu yang menjadi prioritas kami,” tandasnya. (DK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *