Persindonesia.com Jembrana – Meningkatnya kasus narkoba di Kabupaten Jembrana, Kodim 1617 Jembrana mengadakan tes urine yang melibatkan 70 orang prajurit berlangsung di Mako Kodim 1617 Jembrana. selain 70 prajurit, tes urine ini juga diikuti Dandim Letkol Inf. Muhammad Adriansyah beserta Kasdim.
Saat dikonfirmasi usai kegiatan, Dandim Adriansyah mengatakan, kegiatan tes urine merupakan bagian dari program TNI yang disebut P4GN, tujuannya untuk mencegah penggunaan narkoba di lingkungan TNI. “Program ini sudah berjalan dan masuk pada anggaran tahun 2024,” jelasnya. Jumat (28/6/2024).
Sekda Dewa Indra Sebut Alkes Bermerkuri di Wilayah Bali Sudah Seluruhnya Ditarik
Pihaknya berharap dengan adanya pengecekan tes urine, bisa mencegah prajurit terkontaminasi dengan narkoba. “Kalau memang ada prajurit terkontaminasi narkoba, sesuai UU TNI dan sudah ada juga di dalam UU militer, apabila prajurit terlibat narkoba sanksi yang paling utama adalah pecat tidak ada lagi toleransi,” tegasnya.
Disinggung terkait adanya keterkaitan kegiatan ini dengan tingginya kasus narkoba di Jembrana, Adriansyah mengaku, sesuai informasi dari Kepala BNNP, di Kabupaten Jembrana kasus narkoba menunjukan tren kenaikan. “Sampai saat ini memang lumayan naik,” ucapnya.
Diduga Langgar Izin Tinggal dan Lakukan Kejahatan Cyber, Ratusan WNA Dibekuk Imigrasi
Lebih jelasnya, Adriansyah mengatakan, dari 142 personil yang ada di Kodim 1617 Jembrana, sebanyak 70 personil yang mengikuti tes urine. “Sebagian personil ada kesibukan lain nya termasuk mempersiapkan kedatangan bapak Pangdam ke Jembrana. nanti kita akan adakan tes urine susulan,” terangnya. Dar






