Persindonesia.com Jembrana – Adanya kehilangan pretima di Pura Dalem Desa Adat Perancak pada tanggal 5 November 2022 lalu bertepatan ditemukannya sebuah patung yang diduga mirip seorang pendeta Dang Hyang Nirarta di tepi Pantai Banjar Dangin Berawah, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana pada hari Rabu (16/11/2022), setelah dipastikan ternyata patung tersebut bukan pretima milik pura dalem setempat.
Diketahui semua pretima milik Pura Dalem Desa Adat Perancak raib dicuri orang yang tidak bertanggung jawab yang sampai saat ini pihak kepolisian masih mengejar pelaku. Diketahui pula Pura Dalem tersebut sudah 4 kali dibobol maling, 2 kali terjadi pengerusakan dan 2 kali terjadi pencurian.
Pada saat dikonfirmasi awak media setelah penemuan patung di tepi pantai Perbekel Perancak I Nyoman Wijana membernakan kejadian tersebut. Dia juga mengatakan, pretima Pura Dalem sudah 4 kali dibobol pencuri, 2 kali terjadi pengerusakan dan 2 kali terjadi pencurian.
“Kejadian tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Ini sudah 2 kali terjadi pencurian di pura. Kedepan kami berencana akan minta petunjuk kepada Ide Bhatari lewat niskala (petujuk gaib) di pura dalem agar kejadian ini tidak terjadi lagi dan juga jika kita sebagai warga Desa Perancak mungkin ada kesalahan secara niskala (gaib) sehingga kejadian tersebut tidak terulang lagi,” terangnya.
Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya menuturkan, pencuri tersebut diduga sudah mengetahui seluk beluk di lokasi. “Pencurian sudah 2 kali terjadi, sementara pengerusakan juga 2 kali terjadi. Semua hilang di Pura Dalem Perancak, bunga mas, senjata nawa sanga, bokor kuningan. Diperkirakan kerugian Rp 30 juta lebih,” ucapnya. Kamis (7/11/2022).
Menurutnya, permasalahan juga terjadi di intern. “Kelian banjar kami tidak pernah dilibatkan apalagi pihak desa juga tidak pernah dilibatkan di adat. Adanya kejadian ini, kami sebagai warga merasa kecewa tidak akurnya antara pihak adat dengan desa. Semestinya bendesa adat seharusnya bergandengan tangan dengan pihak desa maupun kelian banjar,” ujarnya.
Ia juga mengaku, didesanya terjadi kejadian orang mati Mati secara berurutan ini aneh sekali. “Mungkin ada kesisipan (kesalahan gaib) atau mungkin ada kesalahan diaman, kita tidak bisa melihat secara kasat mata hanya bisa meminta petunjuk kepada Ida Betari Dalem, dimana kesalahan kita,” katanya.
Sementara Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Reza Pranata saat dikonfirmasi via telphone juga membenarkan kejadian pencurian pretima tersebut. “Dikarenakan adanya pencurian di Tabanan, kami masih berkoordinasi dengan Polres Tabanan. Ini kejadian sudah kedua kalinya terjadi, kita masih terus melakukan penyelidikan,” pungkasnya. Vlo






